Perusahaan perangkat lunak desain Figma kembali mencatatkan kinerja gemilang pada kuartal pertama tahun ini. Dengan sistem kredit AI yang kini resmi diberlakukan, Figma melaporkan pendapatan sebesar $333,4 juta—naik 46% secara tahunan (YoY). Capaian ini melanjutkan tren pertumbuhan yang konsisten, dengan kenaikan 40% dan 38% pada dua kuartal sebelumnya.

Menurut Figma, peningkatan kinerja ini tidak lepas dari peran alat bertenaga AI yang semakin diadopsi oleh pengguna. Praveer Melwani, CFO Figma, menyatakan dalam pernyataan resmi,

"Kinerja luar biasa kami di kuartal pertama didorong oleh ekspansi kursi yang lebih kuat dari perkiraan di seluruh organisasi. Hal ini dipicu oleh meningkatnya pentingnya desain dan adopsi produk AI kami, termasuk Figma Make, MCP, dan Figma Weave."

Figma juga menaikkan proyeksi pendapatan tahunan 2026 sebesar $55 juta, menjadi kisaran $1,422 miliar hingga $1,428 miliar. Jika target tercapai, pendapatan akan tumbuh 35% YoY. Untuk kuartal kedua, perusahaan memperkirakan pendapatan akan mencapai $348 juta hingga $350 juta, atau naik rata-rata 40%.

Dalam perdagangan premarket pada Jumat pagi, saham Figma Inc (NYSE: FIG) melonjak lebih dari 9%, mencapai $22—level tertinggi sejak Maret. Meskipun demikian, harga saham masih jauh dari level IPO pada Juli lalu, yang dibuka pada $85 per saham.

Sistem Kredit AI: Masa Depan Monetisasi AI?

Figma menerapkan sistem kredit AI untuk melacak dan memonetisasi penggunaan alat-alatnya. Pada Maret, perusahaan menetapkan batasan kredit untuk setiap "kursi" (seat), yang menentukan akses pengguna terhadap produk dan fitur tertentu. Hasilnya, menurut Figma, sangat positif.

Perusahaan melaporkan bahwa lebih dari 75% pelanggan organisasi dan enterprise memilih untuk membeli tambahan kredit AI setelah melewati batas pada April. Pada akhir bulan tersebut, 95% pengguna tersebut tetap aktif di platform.

"Dengan sistem kredit AI penuh yang kini aktif, pertumbuhan penggunaan dan adopsi AI kini berdampak langsung pada pendapatan—sebuah tonggak penting dalam monetisasi," ujar Melwani dalam panggilan pasca-earnings. "Yang penting, area layanan untuk konsumsi kredit terus meluas."