Psilocybin Membuat Ikan Lebih Tenang, Temuan Studi Baru

Para ilmuwan telah melakukan eksperimen dengan memberikan psilocybin, senyawa psikoaktif yang terkandung dalam jamur ajaib, kepada ikan. Hasilnya, ikan tersebut menunjukkan penurunan agresivitas yang signifikan dibandingkan dengan perilaku normalnya di laboratorium. Studi ini dipublikasikan di Frontiers in Behavioral Neuroscience pada Kamis (14/11).

Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi efek psilocybin pada manusia dan berbagai mamalia. Namun, ikan menawarkan wawasan unik karena keragaman struktur sosial dan tingkat aktivitasnya. Studi ini menjadi yang pertama menunjukkan bahwa psilocybin dapat mengurangi agresivitas pada model hewan apa pun. Temuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut untuk mengungkap mekanisme saraf di balik perubahan perilaku tersebut.

Ikan yang Diteliti: Mangrove Rivulus, Spesies Agresif dengan Adaptasi Luar Biasa

Spesies ikan yang diteliti adalah mangrove rivulus (Kryptolebias marmoratus), dikenal karena sifat agresifnya dan kemampuan adaptasi luar biasa. Ikan ini dapat bertahan hidup di luar air hingga berbulan-bulan dan merupakan spesies hermafrodit yang bereproduksi melalui pembuahan sendiri. Hal ini menghasilkan keturunan klon yang secara genetik identik, sehingga memungkinkan peneliti untuk memfokuskan studi pada efek perilaku tanpa pengaruh variasi genetik.

Dayna Forsyth, peneliti utama dari Universitas Acadia di Nova Scotia, menjelaskan dalam wawancara dengan 404 Media, "Setiap keturunan yang kami miliki secara genetik identik, sementara antar keturunan memiliki perbedaan genetik yang jelas. Dengan demikian, kami dapat menghilangkan faktor genetik dan hanya fokus pada efek perilaku."

Metodologi Penelitian: Bagaimana Psilocybin Mempengaruhi Perilaku Ikan

Untuk mengamati pengaruh psilocybin, Forsyth dan timnya menempatkan dua ikan tanpa dosis psilocybin di sisi berlawanan dari akuarium yang dipisahkan oleh penghalang fiberglass. Penghalang ini memungkinkan ikan untuk saling melihat dan mencium, tetapi mencegah interaksi fisik. Setelah itu, ikan "fokus" diangkat dan diberi dosis psilocybin rendah selama 20 menit di akuarium terpisah. Kemudian, ikan tersebut dikembalikan ke akuarium semula untuk diamati responsnya terhadap ikan "stimulus" yang tidak diberi dosis.

"Kami benar-benar tidak tahu apa yang akan kami temukan. Sebelumnya, tidak banyak penelitian tentang efek psilocybin pada ikan," kata Forsyth. "Pertanyaan penelitian utama kami adalah: apakah psilocybin memengaruhi perilaku ikan? Kami tidak memiliki harapan spesifik karena minimnya literatur yang ada."

Hasilnya menunjukkan bahwa psilocybin memiliki dampak nyata. Ikan mangrove rivulus biasanya mengekspresikan agresivitas dengan cara menyerang tiba-tiba dalam gerakan cepat. Namun, pada ikan yang diberi psilocybin, perilaku agresif ini berkurang secara signifikan. Meskipun demikian, ikan tetap melakukan interaksi yang kurang agresif, seperti gerakan lateral dan frontal untuk menilai lawan, baik yang diberi dosis maupun tidak.

"Kami memprediksi bahwa semua perilaku agresif, termasuk gerakan lateral dan frontal, akan berkurang," ujar Forsyth. "Tetapi yang mengejutkan, psilocybin hanya menargetkan perilaku agresif yang lebih intens dan energetik, bukan perilaku agresif ringan. Ini benar-benar kejutan bagi kami."

Implikasi dan Arah Penelitian Selanjutnya

Studi ini menambah bukti ilmiah yang semakin berkembang mengenai efek psilocybin pada sistem saraf dan perilaku. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme pastinya, temuan ini membuka peluang baru dalam studi neurobiologi dan potensi terapeutik psilocybin.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa psilocybin dapat memengaruhi perilaku agresif pada ikan, yang mungkin memiliki implikasi lebih luas bagi mamalia, termasuk manusia," tambah Forsyth. "Kami berharap studi ini dapat mendorong lebih banyak penelitian tentang hubungan antara zat psikoaktif dan perilaku sosial."

Sumber: 404 Media