Identitas Empat Pelaut Korban Ekspedisi Franklin Terungkap
Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi empat pelaut Inggris yang tewas dalam ekspedisi kutub bersejarah tahun 1845, dipimpin oleh Sir John Franklin. Ekspedisi ini bertujuan menelusuri jalur laut melalui Arktik namun berakhir tragis dengan kelaparan, penyakit, dan kanibalisme.
Ekspedisi yang Berujung Bencana
Ekspedisi Franklin, yang melibatkan 129 awak kapal HMS Erebus dan HMS Terror, gagal mencapai tujuan akibat tertahan es di Selat Victoria. Pada musim semi 1848, 105 awak kapal yang tersisa mencoba melarikan diri dengan berjalan kaki ratusan kilometer ke daratan Amerika Utara. Hampir semua tewas dalam perjalanan tersebut.
Temuan DNA dan Rekonstruksi Wajah
Dengan menggunakan teknologi DNA dan rekonstruksi wajah forensik, tim peneliti yang dipimpin oleh Douglas Stenton dari Universitas Waterloo berhasil mengidentifikasi empat korban:
- William Orren – Pelaut biasa di HMS Erebus
- David Young – Anak buah kapal di HMS Erebus (usia sekitar 20 tahun saat meninggal)
- John Bridgens – Pramugara di HMS Erebus
- Harry Peglar – Kapten geladak di HMS Terror
Sisa-sisa jasad Orren, Young, dan Bridgens ditemukan di Teluk Erebus, Pulau King William, Kanada. Sementara jasad Peglar ditemukan sekitar 130 kilometer jauhnya, dianalisis dalam studi terpisah.
Bukti Baru tentang Nasib Tragis
Penelitian ini tidak hanya memecahkan misteri identitas, tetapi juga memberikan gambaran lebih jelas tentang penderitaan yang dialami para awak kapal. Analisis DNA yang dibandingkan dengan sampel dari keturunan hidup memastikan identitas keempat korban tersebut.
Tim peneliti juga berhasil merekonstruksi wajah David Young menggunakan teknik forensik, memberikan wajah bagi salah satu korban yang selama ini hanya dikenal sebagai nama dan cerita.
"Sejak akhir abad ke-19, kawasan Teluk Erebus telah menjadi fokus penelitian arkeologi dan sejarah terkait ekspedisi Franklin tahun 1845. Temuan ini membantu kami memahami peristiwa tragis yang menimpa 105 awak kapal yang berusaha melarikan diri di musim semi 1848."
Dampak bagi Keturunan dan Sejarah
Identifikasi ini memberikan penutupan bagi keluarga para korban yang selama ini tidak mengetahui nasib leluhur mereka. Selain itu, temuan ini juga melengkapi catatan sejarah tentang ekspedisi Franklin yang selama ini penuh misteri.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Journal of Archaeological Science: Reports dan Polar Record.