Jon Favreau, sutradara dan pemeran Marvel, semula menentang keras keputusan untuk membunuh Tony Stark atau Iron Man dalam film Avengers: Endgame. Namun, dalam wawancara terbaru, ia mengakui bahwa dirinya salah.
Dalam penampilan di acara Jimmy Kimmel Live! pada Selasa malam, Favreau membahas masa-masa kerjanya dengan Marvel serta kemungkinan kembali terlibat dalam film Spider-Man: Brand New Day. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghubungi sutradara Avengers: Endgame, Joe dan Anthony Russo, untuk menyampaikan keraguan soal kematian tokoh utama tersebut.
"Saya bilang, 'Saya tidak tahu apakah orang-orang akan menyukai keputusan ini. Saya khawatir ini akan sangat berdampak pada mereka, terutama bagi anak-anak yang tumbuh bersama karakter ini,'" ujar Favreau.
Jimmy Kimmel, pembawa acara, sependapat bahwa kematian Stark memang berdampak besar pada penonton. Namun, Favreau justru memuji cara penanganan kematian tersebut.
"Tapi saya harus akui, mereka menangani dengan sangat baik. Gwyneth Paltrow dan Robert Downey Jr. juga berakting luar biasa. Ini menambah kesan mendalam dan saya pikir mereka melakukannya dengan sempurna. Saya salah. Saya salah," kata Favreau.
Favreau juga mengaku sempat terharu saat menyaksikan kematian Tony Stark di layar lebar. Kimmel pun bercanda bahwa kematian Stark layaknya 'membunuh bayi' Favreau. Meski begitu, Favreau tetap antusias menyambut kembalinya Downey Jr. sebagai Dr. Doom dalam film mendatang, Avengers: Doomsday.
Tayangan lengkap wawancara Jon Favreau di Jimmy Kimmel Live! dapat disaksikan di video di atas.