K Wave Media, perusahaan media yang terdaftar di Nasdaq, mengumumkan pembatalan rencana ambisiusnya untuk membentuk kas treasuri Bitcoin. Sebagai gantinya, perusahaan ini akan berfokus pada pengembangan infrastruktur AI dengan dana hingga $485 juta atau setara dengan Rp7,3 triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar).

Langkah ini juga mencakup pembersihan neraca keuangan dengan menghapus utang sekitar $48 juta dan melepas unit bisnis media lamanya. Perusahaan berencana untuk melakukan rebranding menjadi Talivar Technologies guna mengejar margin yang lebih tinggi di sektor pusat data dan komputasi GPU.

Penjualan Aset dan Penghapusan Utang

Pada Senin (10/6), K Wave mengumumkan persetujuan dewan direksi untuk menjual Play Co., anak perusahaan terbesarnya, kembali kepada pemilik sebelumnya. Transaksi ini diperkirakan akan menghapus utang sekitar $48 juta beserta kewajiban kontinjensi terkait, asalkan para pemegang saham menyetujui rencana tersebut dalam rapat umum tahunan yang dijadwalkan awal Juli mendatang.

Manajemen perusahaan menyatakan bahwa langkah ini akan meninggalkan K Wave dengan “keterbatasan kewajiban yang minimal” dan fleksibilitas lebih besar untuk menyalurkan modal ke lini bisnis baru, khususnya di bidang infrastruktur AI.

Dana $485 Juta untuk Infrastruktur AI

Sumber dana utama berasal dari perjanjian pembelian sekuritas yang telah diubah dengan Anson Funds, lembaga pembiayaan ekuitas terstruktur yang sebelumnya berkomitmen mendukung strategi treasuri Bitcoin K Wave dengan dana hingga $500 juta.

Melalui perjanjian yang direvisi, K Wave kini dapat mengalokasikan sisa dana $485 juta dari penjualan saham di masa depan untuk pengembangan infrastruktur AI. Fokusnya meliputi pembangunan pusat data, komputasi GPU, operasi sewa, serta akuisisi atau kemitraan di sepanjang rantai nilai infrastruktur AI.

Pergeseran Strategi dari Bitcoin ke AI

Keputusan ini menandai perubahan drastis dari rencana awal Juni 2025, yang sempat mendongkrak harga saham K Wave setelah perusahaan mengumumkan akan meniru strategi treasuri Bitcoin korporat menggunakan fasilitas Anson Funds. Namun, dalam waktu kurang dari setahun, narasi tersebut berubah mengikuti tren pasar saat ini.

Saat ini, kontrak infrastruktur AI menawarkan margin dilaporkan di atas 85% dengan visibilitas pendapatan multi-tahun. Sebaliknya, biaya produksi penambang Bitcoin mendekati $80.000 per koin pada akhir 2025, ditambah dengan arus kas yang lebih fluktuatif.

Reaksi Pasar terhadap Pergeseran Strategi

Para investor publik bereaksi negatif terhadap perubahan strategi ini. Saham K Wave anjlok lebih dari 25% pada Senin (10/6) dan terus turun dalam perdagangan pra-pasar pada Selasa (11/6). Penurunan ini mencerminkan skeptisisme pasar terhadap perusahaan yang beralih dari bisnis inti yang sedang kesulitan ke tema yang saat ini diminati pasar modal.

Ted Kim, CEO K Wave, menganggap perubahan strategi ini sebagai reset yang diperlukan untuk menjadikan perusahaan sebagai “peserta yang signifikan” dalam pembangunan ekosistem AI yang sedang berlangsung.

Perusahaan berencana mencari akuisisi dan kemitraan yang tepat untuk mendukung integrasi vertikal di seluruh rantai nilai infrastruktur AI. Tujuannya adalah mengamankan pendapatan kontrak jangka panjang dan margin yang lebih tinggi secara struktural.