Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) kembali memberikan kelonggaran kepada industri tembakau melalui kebijakan terbaru yang diumumkan pada Jumat (14/6). Kebijakan ini dinilai oleh seorang pakar sebagai "kartu bebas penjara" bagi produsen yang menjual produk vape dan kantung nikotin secara ilegal.

Saat ini, FDA tengah menghadapi tumpukan besar permohonan dari produsen vape dan kantung nikotin yang menunggu persetujuan untuk penjualan resmi. Beberapa produsen bahkan telah memasarkan produknya secara ilegal sembari menunggu keputusan dari FDA. Dalam panduan terbaru yang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, FDA menyatakan tidak akan memprioritaskan penegakan hukum terhadap penjualan ilegal jika memenuhi dua syarat tertentu.

Kriteria yang dimaksud meliputi:

  • Produk tidak ditujukan untuk konsumen di bawah usia 21 tahun;
  • Produsen telah mengajukan permohonan resmi kepada FDA untuk mendapatkan izin.

Kebijakan ini menuai kritik keras dari para ahli kesehatan masyarakat. Mereka khawatir kelonggaran ini justru akan mendorong penggunaan produk tembakau, terutama di kalangan remaja yang rentan terhadap godaan rasa dan kemasan menarik.

Dr. Stanton Glantz, seorang ahli kesehatan masyarakat dari Universitas California, San Francisco, menyatakan,

"Kebijakan ini adalah langkah mundur besar dalam upaya mengendalikan epidemi tembakau. Dengan memberikan toleransi terhadap produk ilegal, FDA seolah memberi sinyal bahwa aturan tidak lagi ditegakkan dengan ketat."

Sementara itu, pihak FDA membela kebijakannya dengan alasan untuk menghindari kekosongan pasar sementara proses persetujuan sedang berlangsung. Namun, kritikus menilai langkah ini justru melemahkan otoritas badan tersebut dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk tembakau alternatif, termasuk vape dan kantung nikotin, karena dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang masih belum sepenuhnya diketahui.

Kebijakan FDA ini juga menuai protes dari kelompok advokasi kesehatan yang selama ini berjuang untuk melindungi generasi muda dari paparan nikotin. Mereka mendesak pemerintah untuk segera merevisi kebijakan tersebut demi mencegah dampak buruk yang lebih luas.

Sumber: STAT News