Tujuh keluarga korban yang terluka atau meninggal dalam insiden penembakan di sekolah Tumbler Ridge, Kanada, telah mengajukan gugatan terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman. Mereka menuduh perusahaan tersebut lalai karena tidak melaporkan aktivitas ChatGPT yang dilakukan oleh tersangka pelaku, Jesse Van Rootselaar, kepada pihak kepolisian.
Dalam gugatan tersebut, keluarga korban menyatakan bahwa OpenAI dengan sengaja memilih untuk tidak mengungkapkan aktivitas mencurigakan pelaku. Mereka menduga perusahaan tersebut berusaha melindungi reputasinya menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO) yang akan datang. Aktivitas yang dimaksud melibatkan percakapan tentang kekerasan senjata melalui ChatGPT.
Menurut laporan The Wall Street Journal, OpenAI sempat mempertimbangkan untuk melaporkan aktivitas pelaku kepada pihak berwenang. Namun, keputusan tersebut tidak pernah diambil, sehingga informasi penting tersebut tidak sampai ke tangan polisi sebelum tragedi terjadi.
Insiden penembakan di sekolah Tumbler Ridge telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka yang mendalam bagi masyarakat setempat. Gugatan ini menjadi sorotan publik terkait tanggung jawab perusahaan teknologi dalam mencegah tindak kejahatan yang melibatkan layanan AI.