Ketegangan di Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Minyak
Harga minyak mentah melonjak hampir 7% dalam perdagangan pra-pasar pada Minggu (15/6) setelah gencatan senjata rapuh antara Iran dan aliansi AS-Israel pecah. Pada Jumat sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan kemajuan dalam perundingan dengan Teheran melalui postingan di Truth Social, menyatakan Iran akan "sepenuhnya membuka" Selat Hormuz.
Namun, pada Minggu, Trump menuduh Iran menembaki kapal Prancis dan Inggris di jalur air tersebut sebagai "pelanggaran total terhadap kesepakatan gencatan senjata". Ia juga mengumumkan penyitaan kapal kargo berbendera Iran yang mencoba melintasi selat tersebut. Konflik yang berkepanjangan ini semakin memperparah kekurangan pasokan minyak dan gas global.
"Seperti yang terjadi dengan perang Rusia melawan Ukraina, dampak penutupan Selat Hormuz tidak dapat dengan mudah dibalik. Hal ini memaksa negara-negara—terutama negara miskin yang bergantung pada impor bahan bakar fosil—untuk memilih masa depan ekonomi mereka," tulis Matthew Zeitlin dari Heatmap.
Sekretaris Energi AS, Chris Wright, memperingatkan bahwa meskipun lonjakan harga bensin "mungkin telah mencapai puncaknya", harga di pompa bisa tetap di atas $3 per galon hingga tahun 2027.
Kesepakatan Trump-TotalEnergies Dinilai 'Tidak Bernilai'
Pemerintahan Trump menawarkan kesepakatan senilai $1 miliar kepada TotalEnergies untuk membatalkan sewa angin lepas pantai perusahaan Prancis tersebut. Kesepakatan ini diklaim sebagai kemenangan bagi kedua belah pihak: pemerintah akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan TotalEnergies, sementara perusahaan tersebut diharapkan "mengalihkan" dana tersebut untuk pengembangan minyak dan gas AS.
Namun, dokumen yang dirilis Jumat (14/6) dan dianalisis oleh Emily Pontecorvo dari Heatmap menunjukkan bahwa "janji Amerika tampaknya tidak bernilai". TotalEnergies tidak perlu melakukan investasi baru untuk mendapatkan pembayaran tersebut, karena perusahaan tersebut sudah merencanakan investasi di AS yang memenuhi syarat dalam kesepakatan tersebut.
Sementara itu, proyek angin lepas pantai tetap berjalan. Perusahaan Denmark, Orsted, telah memasang turbin angin pertama di proyek Sunrise Wind di lepas pantai New York, dengan total 84 turbin yang diharapkan menghasilkan hampir 1 gigawatt daya maksimum.
Dampak terhadap Pasar Energi Global
- Krisis energi di Timur Tengah mendorong negara-negara untuk mempertimbangkan kembali sumber energi mereka.
- Investasi di sektor energi terbarukan semakin mendapat perhatian dibandingkan bahan bakar fosil.
- Ketidakpastian pasokan minyak dapat mempertahankan harga tinggi hingga tahun 2027.