Apple resmi menunjuk John Ternus sebagai CEO baru, menggantikan Tim Cook. Ternus dikenal sebagai sosok yang naik pangkat dari bidang perangkat keras, memimpin pengembangan iPhone sejak 2020 dan seluruh divisi perangkat keras setahun kemudian.

Para analis melihat pilihan ini sebagai sinyal bahwa Apple akan memasuki era AI dengan pendekatan yang berbeda. Perusahaan ini lebih memilih menggunakan AI secara strategis untuk meningkatkan kinerja perangkat, tanpa mengintegrasikan AI secara masif ke seluruh layanan dan bisnisnya. Sementara pesaing seperti Google dan Microsoft menggelontorkan miliaran dolar untuk riset AI dan pusat data, anggaran Apple di bidang tersebut relatif stagnan.

Pendekatan AI yang berbeda ini tidak berarti upaya AI Apple akan terhambat. Justru, perusahaan memiliki peluang besar dengan menjalankan model AI yang canggih langsung di perangkat kerasnya sendiri. Berbeda dengan praktik umum yang mengandalkan cloud milik pihak ketiga, Apple berencana menjalankan model AI pribadi di dalam chipnya sendiri—mirip dengan sistem Apple Pay yang menjaga data keuangan tetap aman dan tidak terlihat oleh Apple maupun pihak lain.

Dengan model AI yang berjalan di perangkat lokal, Apple dapat memproses data pribadi dan sensitif dengan cepat dan efisien, tanpa mengirimkannya ke cloud. Ini tidak hanya meningkatkan kecepatan, tetapi juga menjaga privasi pengguna. Di tengah meningkatnya ketidakpercayaan terhadap laboratorium AI besar dan regulasi yang lambat, jaminan keamanan dan privasi menjadi nilai jual yang kuat.

Apple telah membangun reputasi kuat dalam hal privasi data selama bertahun-tahun. Kini, AI menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memanfaatkan reputasi tersebut. Meski menjalankan model AI besar di laptop dan ponsel masih dalam tahap pengembangan, kepemimpinan Ternus diharapkan dapat mendorong terobosan tersebut.

Peran Kunci dalam Strategi AI Apple

Ternus memiliki peran penting dalam transisi Apple ke chip buatan sendiri (Apple Silicon), yang menjadi fondasi strategi AI perusahaan. Johny Srouji, yang sebelumnya memimpin tim pengembangan chip Apple, kini mengambil alih peran Ternus dalam memimpin divisi perangkat keras. Selain itu, Ternus memiliki hubungan kerja yang erat dengan Craig Federighi, kepala perangkat lunak Apple, yang kini mengambil alih sebagian besar tim riset AI Apple dan berperan penting dalam mengintegrasikan model AI ke sistem operasi dan aplikasi Apple.

Untuk menjalankan model AI besar di perangkat kecil, kolaborasi erat antara tim perangkat keras, chip, dan perangkat lunak sangat diperlukan.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Apple memiliki catatan yang beragam dalam pengembangan AI. Siri, misalnya, masih dianggap sebagai janji yang belum terpenuhi. Pada awal 2024, Apple mengumumkan rencana untuk mengubah Siri menjadi asisten AI cerdas yang didukung oleh model bahasa besar dan menawarkan fitur yang sangat personal. Namun, hingga kini, janji tersebut belum sepenuhnya terwujud.

Meskipun demikian, Apple masih memiliki kesempatan untuk memimpin dari belakang. Perusahaan ini mungkin tidak akan menyaingi OpenAI, Anthropic, atau perusahaan lain dalam membangun model AI umum berskala besar. Namun, Apple dapat memanfaatkan keunggulan kompetitifnya: menjalankan AI di perangkat lokal dengan menjaga privasi dan keamanan data.

Dengan kombinasi kepemimpinan Ternus, kolaborasi tim yang solid, dan fondasi teknologi yang kuat, Apple berpotensi menjadi pemain utama dalam AI yang berfokus pada privasi dan perangkat keras.