Pembawa acara MSNBC, Lawrence O’Donnell, melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Donald Trump terkait kampanye militer berkelanjutannya di Iran pada Senin malam. Ia menyatakan, "Tidak ada presiden yang pernah begitu meremehkan perang seperti ini."
O’Donnell menegaskan bahwa perang Trump di Iran telah menjadi ilegal sejak pekan lalu. Ia mengacu pada Undang-Undang Kekuasaan Perang 1973, yang melarang presiden melanjutkan operasi militer di negara asing lebih dari 60 hari tanpa deklarasi perang atau otorisasi khusus dari Kongres. Saat ini, perang di Iran telah melewati batas waktu tersebut.
Trump membela durasi perang dengan membandingkannya dengan perang Vietnam yang berlangsung 19 tahun dan perang Irak selama delapan tahun. O’Donnell menolak alasan tersebut.
"Kongres belajar dari perang Vietnam, perang yang ditolak Trump saat diajukan kesempatan untuk ikut berperang oleh panitia pendaftaran wajib militer lokalnya," kata O’Donnell. Ia menambahkan, "Konsep perang ilegal dalam politik Amerika lahir dari perang Vietnam."
O’Donnell juga mengingatkan bagaimana Presiden Lyndon B. Johnson membesar-besarkan insiden Teluk Tonkin pada 1964 untuk meyakinkan Kongres agar menyetujui perang terbuka di Vietnam.
"Anggota Kongres menyesali suara mereka untuk Resolusi Teluk Tonkin dan pada masa kepresidenan Nixon, mereka berusaha keras memotong pendanaan untuk perang yang telah menjadi perang Nixon," jelas O’Donnell. "Pada 1973, Kongres tidak lagi puas hanya mengurangi pendanaan. Mereka ingin mencegah perang berikutnya seperti Vietnam dengan menetapkan batas 60 hari yang jelas dalam hukum Amerika untuk jenis perang yang diciptakan Presiden Johnson."
O’Donnell menekankan bahwa Johnson dan Nixon tidak pernah meremehkan perang Vietnam seperti yang dilakukan Trump terhadap perang di Iran. "Johnson dan Nixon tidak pernah berpura-pura bahwa itu bukan perang. Mereka tidak pernah menyebutnya sebagai 'jalan pintas kecil' seperti yang dilakukan Trump baru-baru ini. Mereka tidak pernah menyebutnya 'ekskursi' seperti yang dilakukan Trump, dan mereka tidak pernah berpura-pura bahwa itu hanya operasi militer," ujarnya.
O’Donnell kemudian secara tegas mengutuk tindakan dan pernyataan Trump mengenai perang Iran. "Tidak ada presiden yang pernah begitu meremehkan perang, dan Amerika tidak menyetujuinya," katanya. Ia menambahkan, "Donald Trump adalah presiden pertama dalam sejarah yang memulai perang yang ditentang mayoritas rakyat Amerika sejak hari pertama."