Litecoin Mengejek Solana, Kini Alami Serangan Ganda
Selama dua tahun, manajer media sosial Litecoin kerap mengejek Solana karena sering mengalami downtime atau kegagalan jaringan. Namun, akhir pekan lalu, Litecoin justru mengalami serangan serupa yang memaksa mereka untuk menelan kata-kata sendiri.
Litecoin pernah dengan lantang menyatakan bahwa jaringannya tidak pernah mengalami downtime. Namun, pada Sabtu (26/4/2026), klaim tersebut terbukti salah. Litecoin mengalami serangan denial-of-service dan double-spending, menyebabkan jaringan terhenti selama 32 menit.
Celah pada Fitur Privasi MWEB Jadi Penyebab Utama
Serangan tersebut memanfaatkan celah pada Mimblewimble Extension Block (MWEB), fitur privasi Litecoin yang memungkinkan transaksi rahasia. Seorang penyerang berhasil memalsukan transaksi keluar MWEB, yang kemudian diterima oleh node penambangan yang belum diperbarui. Akibatnya, koin palsu dimasukkan ke dalam blockchain Litecoin.
Penyerang kemudian dengan cepat menukarkan LTC yang didapat dengan aset kripto lain melalui platform seperti THORChain dan NEAR Intents sebelum node yang jujur dapat menghentikan transaksi. Hal ini menyebabkan pembelahan blockchain (chain split) dan memaksa Litecoin untuk melakukan reorganisasi blok.
Reorganisasi Blok Membutuhkan Waktu Lebih Lama dari Biasanya
Meskipun hanya 32 menit transaksi yang dibatalkan, proses reorganisasi membutuhkan waktu hampir tiga jam. Hal ini disebabkan oleh perbedaan hashrate antara node yang terpengaruh dan node yang telah diperbarui. Node yang terpengaruh terus memproses blok yang salah, sementara node yang jujur mencoba membatalkannya.
Litecoin Pernah Bangga dengan Klaim 100% Uptime
Beberapa minggu sebelum serangan, Litecoin Foundation dengan bangga menyatakan bahwa jaringannya memiliki 100% uptime. Mereka bahkan menyebut blockchain Litecoin sebagai "100% teruji dalam pertempuran". Namun, setelah serangan tersebut, klaim tersebut tidak lagi terdengar.
Litecoin bahkan pernah mengejek Solana dengan kata-kata pedas di media sosial. Ketika Solana mengumumkan jadwal pemeliharaan pada Juni 2025, Litecoin menulis, "Dengan begini, Anda bisa menjadwalkan downtime di akhir pekan. Bagus sekali."
Ketika kedua jaringan akhirnya sepakat untuk gencatan senjata bercanda, Litecoin Foundation menulis, "Kami berjanji untuk tidak mengejek Solana selama enam jam, dan Solana akan tetap tidak melakukan apa-apa."
Solana Menolak untuk Membalas Ejekan
Setelah serangan terhadap Litecoin, Vibhu Norby, Chief Product Officer sementara Solana Foundation, menulis di media sosial, "Saya tidak akan mengungkit-ungkit 1.000 kali Litecoin mengejek Solana karena downtime. Karena kami lebih baik dari itu."
Bagaimana Serangan Ini Terjadi?
Menurut Alex Shevchenko, CEO Aurora Labs, serangan ini dimulai dengan transaksi MWEB yang salah. Node penambangan yang belum diperbarui menerima transaksi tersebut sebagai valid, sehingga memungkinkan penyerang untuk mencetak koin palsu. Setelah itu, penyerang menukarkan koin tersebut dengan aset kripto lain sebelum sistem dapat mendeteksi kecurangan.
Node penambangan yang telah diperbarui dengan klien versi 0.21.5.4 menolak blok yang salah. Akibatnya, terjadi persaingan antara dua rantai (fork) yang berbeda. Setelah beberapa jam, rantai yang telah diperbarui berhasil memenangkan persaingan proof-of-work, dan blok-blok yang salah akhirnya dibatalkan.
Dampak Serangan terhadap Litecoin
- Jaringan Litecoin mengalami downtime selama 32 menit.
- Transaksi yang salah berhasil dibatalkan, tetapi proses reorganisasi membutuhkan waktu hampir tiga jam.
- Litecoin Foundation kehilangan kredibilitas setelah klaim 100% uptime-nya terbukti salah.
- Serangan ini menunjukkan bahwa tidak ada blockchain yang benar-benar kebal dari kegagalan.
Kesimpulan
Serangan terhadap Litecoin menjadi pengingat bahwa tidak ada sistem yang sempurna, termasuk blockchain. Meskipun Litecoin pernah mengejek Solana karena downtime-nya, kini mereka harus belajar dari pengalaman pahit tersebut. Solana sendiri memilih untuk tidak membalas ejekan, menunjukkan sikap dewasa dalam menghadapi persaingan.