Maraton Robot di Beijing Kembali Digelar

Setelah perhelatan perdana yang dianggap memalukan, Beijing kembali menggelar maraton setengah marathon untuk robot humanoid buatan perusahaan Tiongkok. Tahun ini, penyelenggaraan jauh lebih lancar dibandingkan tahun lalu.

Pencapaian Robot Honor

Lebih dari 100 robot ikut serta dalam kompetisi tahun ini. Juara pertama diraih oleh robot Lightning milik Honor, produsen smartphone ternama. Robot berwarna merah ini menyelesaikan lomba dalam waktu 50 menit 26 detik, lebih cepat beberapa menit dibandingkan rekor manusia yang baru saja dicetak oleh Jacob Kiplimo dari Uganda bulan lalu.

Honor juga mendominasi podium lainnya. Menurut CCTV, semua robot yang berkompetisi tahun ini bergerak otonom, tanpa bantuan operator manusia. Ini merupakan peningkatan besar dibandingkan tahun lalu, di mana robot tercepat hanya mampu menyelesaikan lomba dalam waktu dua jam 40 menit.

Perkembangan dari Tahun Lalu

Tahun lalu, hanya 21 robot yang berpartisipasi. Banyak di antaranya memerlukan bantuan manusia untuk berjalan, bahkan ada yang jatuh saat start. Tahun ini, sekitar 40 persen robot bergerak secara otonom, sementara sisanya dikendalikan dari jarak jauh. Meski demikian, masih ada beberapa robot yang mengalami kecelakaan, termasuk robot Honor.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun telah mengalami kemajuan pesat, penyelenggara menyadari masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kecelakaan yang terjadi menunjukkan bahwa teknologi robot humanoid masih dalam tahap pengembangan. Namun, peningkatan signifikan dalam kecepatan dan otonomi robot menjadi bukti bahwa industri ini semakin matang.

"Ini adalah langkah besar bagi pengembangan robotika di Tiongkok. Meskipun masih ada kendala, pencapaian tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu."

— Seorang ahli robotika dari Universitas Tsinghua
Sumber: Engadget