Megyn Kelly semakin vokal mengkritik para pembela Jimmy Kimmel menyusul kontroversi leluconnya mengenai Melania Trump sebagai "janda yang sedang hamil" pada Kamis (16/5). Kali ini, Kelly menargetkan Jake Tapper dari CNN karena dianggap terlalu dekat dengan kontroversi tersebut.
Dalam episode The Megyn Kelly Show pada Selasa (21/5), Kelly menyoroti pernyataan Tapper yang menyatakan bahwa "jurnalisme dan lelucon bukanlah panggilan untuk kekerasan" setelah Presiden Donald Trump menyerukan ABC untuk memberhentikan Kimmel. Kelly menilai hubungan pribadi Tapper dengan Kimmel mempertanyakan integritas sang jurnalis dalam meliput isu tersebut.
"Tidak mengherankan jika Tapper membela Jimmy Kimmel," ujar Kelly sembari menunjukkan foto Tapper di pesta di pondok Kimmel di Idaho pada 2023. "Ini alasannya mengapa Anda tidak boleh terlalu dekat dengan orang yang mungkin Anda liput," tambahnya.
Kelly melanjutkan, "Saya tidak mau terlalu akrab dengan siapa pun. Jarak yang wajar, sopan, dan ramah, tapi ini? Bertemu dengan Jennifer Aniston dan Courteney Cox, Jimmy Fallon. Oh ya, tentu saja, saya yakin Anda akan membela Jimmy Kimmel dengan cepat. Saya yakin Anda berharap mendapat undangan lagi ke Idaho, tempat yang seharusnya tidak pernah Anda kunjungi," tegasnya.
Kelly juga menyoroti pernyataan Tapper yang mengecam seruan untuk memberhentikan Kimmel. "Seruan untuk kekerasan dan dehumanisasi semakin memburuk. Tapi itu bukan alat untuk menghentikan jurnalisme atau lelucon. Jurnalisme dan lelucon bukanlah panggilan untuk kekerasan. Seruan untuk kekerasan adalah seruan untuk kekerasan," kata Tapper dalam cuplikan yang dibagikan Kelly.
Tak hanya itu, Kelly juga menyerang Kimmel atas lelucon barunya yang dianggap tidak sensitif. Ia mempertanyakan bagaimana Kimmel bisa melontarkan lelucon mengenai Melania Trump sebagai "janda yang sedang hamil" setelah sebelumnya sempat diberhentikan sementara akibat lelucon kontroversialnya pada September 2023.
"Bagaimana dia bisa mengatakan Melania memiliki 'cahaya seorang janda yang sedang hamil'? Betapa tidak peka dia," ujar Kelly.