Meta Umumkan Pemutusan Massal 10% Karyawan

Meta kembali melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap karyawannya. Perusahaan induk Facebook ini mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 10% dari total tenaga kerja. Berdasarkan data Bloomberg, sekitar 8.000 karyawan akan dipecat dan 6.000 lowongan kerja yang belum terisi juga akan ditutup.

Alasan di Balik PHK Besar-Besaran

Dalam surat internal yang dikeluarkan Janelle Gale, Kepala Sumber Daya Manusia Meta, pemutusan ini disebut sebagai bagian dari upaya untuk menjalankan perusahaan lebih efisien. Gale juga menyebutkan bahwa langkah ini memungkinkan Meta untuk mengalokasikan dana ke investasi lain, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI).

Meta saat ini tengah giat mengembangkan model AI sendiri dan bahkan menggunakan karyawannya untuk melatih sistem tersebut. Selain itu, produk-produk seperti kacamata pintar Meta juga semakin mengandalkan kemampuan AI yang lebih canggih.

Sejarah Pemangkasan Meta

PHK ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Meta dalam beberapa tahun terakhir. Laporan pada Maret 2024 menyebutkan bahwa Meta berencana memangkas hingga 20% tenaga kerjanya, meski tanpa jadwal yang jelas. Sebelumnya, perusahaan ini juga telah memangkas ratusan pekerja, terutama di divisi Reality Labs.

Pada awal 2026, Meta semakin menekan operasional metaverse dengan menutup tiga studio VR. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan prioritas bisnis yang beralih ke AI.

Dampak dan Masa Depan Meta

Pemutusan massal ini menjadi sinyal bahwa Meta sedang mengalami transformasi besar. Meskipun langkah efisiensi ini dapat menekan biaya operasional, dampaknya terhadap moral karyawan dan reputasi perusahaan masih menjadi perhatian.

Apakah ini akhir dari pemangkasan? Belum pasti. Dengan rencana awal pemotongan hingga 20%, kemungkinan PHK lebih lanjut masih terbuka lebar.

Sumber: Engadget