Presiden Massachusetts Institute of Technology (MIT), Sally Kornbluth, mengumumkan pada Kamis (12/9) bahwa aktivitas riset di universitas tersebut mengalami penurunan sebesar 10% dalam setahun terakhir. Ia juga memperingatkan tentang penurunan yang berkelanjutan dalam penerimaan mahasiswa pascasarjana akibat tantangan pendanaan federal dan perubahan kebijakan.
Dalam pesan video yang disampaikannya, Kornbluth menjelaskan bahwa pemotongan dana federal, penerapan pajak baru terhadap dana abadi universitas besar, serta perubahan kebijakan imigrasi telah berkontribusi terhadap penurunan tersebut. Kebijakan imigrasi yang lebih ketat, misalnya, telah menghambat minat mahasiswa internasional untuk mendaftar di MIT.
Dampak terhadap Riset dan Inovasi Nasional
Kornbluth menekankan bahwa penurunan aktivitas riset di MIT bukan hanya masalah internal universitas, tetapi juga berdampak luas bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Amerika Serikat. Ia menyatakan, “Faktanya, kami melihat penurunan nyata dalam riset yang dilakukan oleh para peneliti MIT. Ini merupakan kerugian bagi negara. Ketika aliran riset dasar menyusut, inovasi dan penemuan masa depan juga terhambat. Selain itu, pasokan ilmuwan masa depan pun berkurang.”
Menurutnya, riset dasar yang dilakukan di universitas-universitas terkemuka seperti MIT menjadi tulang punggung bagi solusi-solusi inovatif di masa depan, termasuk dalam bidang kesehatan dan teknologi.
Tantangan yang Dihadapi MIT
- Pemotongan dana federal: Dana penelitian dari pemerintah federal mengalami pengurangan, yang berdampak langsung pada proyek-proyek riset di MIT.
- Pajak dana abadi universitas: Penerapan pajak baru terhadap dana abadi universitas besar, termasuk MIT, menambah beban finansial yang signifikan.
- Kebijakan imigrasi yang ketat: Perubahan dalam kebijakan visa dan imigrasi telah membuat mahasiswa internasional enggan untuk mendaftar, sehingga mengurangi keragaman dan potensi riset di kampus.
Kornbluth tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil MIT untuk mengatasi penurunan ini. Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan untuk memastikan bahwa riset dasar tetap menjadi prioritas nasional.