Pemilihan juri dalam kasus yang telah lama dinantikan, Musk v. Altman, akan segera dimulai. Setelah proses tersebut, pengadilan federal di Oakland akan menunjuk sembilan warga biasa untuk memutuskan apakah OpenAI telah melakukan penipuan terhadap Elon Musk melalui reorganisasi yang diumumkan dan baru saja diselesaikan untuk berubah menjadi perusahaan for-profit tradisional.

Lebih dari sekadar tempat dua miliarder menyelesaikan perselisihan di depan publik, persidangan ini berpotensi membentuk ulang industri kecerdasan buatan (AI).

Bagaimana Kasus Ini Bermula?

Musk pertama kali menggugat OpenAI pada tahun 2024. Namun, benih perselisihan ini sudah ditanam sejak Sam Altman mengirimkan email kepada Musk pada malam 25 Mei 2015. Altman menulis, “Saya banyak berpikir apakah mungkin menghentikan manusia untuk mengembangkan AI. Menurut saya, jawabannya pasti tidak. Jika hal itu akan terjadi, sebaiknya dilakukan oleh pihak selain Google. Apakah menurut Anda ide untuk mendirikan proyek Manhattan AI di bawah Y Combinator layak untuk dibahas?”*

Musk menanggapi beberapa jam kemudian dengan jawaban singkat, “Mungkin layak untuk dibicarakan.”*

Pada tahun yang sama, OpenAI resmi didirikan dengan Altman dan Musk sebagai ketua bersama. Dalam pengumuman resmi, OpenAI menyatakan dirinya sebagai perusahaan riset AI nirlaba dengan tujuan “memajukan kecerdasan digital demi kepentingan umat manusia tanpa terikat oleh kebutuhan untuk menghasilkan keuntungan finansial.”*

Perubahan Arah: Dari Nirlaba ke For-Profit

Menurut versi OpenAI, pada tahun 2017, hampir semua pihak di perusahaan—termasuk Musk—setuju bahwa entitas for-profit “harus menjadi bagian dari fase berikutnya” karena tingginya kebutuhan investasi untuk mewujudkan misi awal. Sebelum Musk mundur dari dewan direksi OpenAI pada Februari 2018, perusahaan mengklaim ia pernah menuntut kendali penuh atas OpenAI dengan maksud untuk menggabungkannya dengan Tesla.

Setelah kepergian Musk, OpenAI mendirikan divisi for-profit pada 2019 dengan struktur “keuntungan terbatas” yang membatasi pengembalian investor maksimal 100 kali lipat. Kelebihan dana akan dialokasikan untuk nonprofit OpenAI. Tujuannya, jika OpenAI mencapai kecerdasan buatan umum (AGI), nonprofit akan menjadi penerima manfaat terbesar.

Namun, setelah kesuksesan ChatGPT pada 2022, struktur ini menjadi tidak praktis karena OpenAI membutuhkan modal yang lebih besar. Dalam putaran pendanaan senilai $6,6 miliar pada Oktober 2024, perusahaan dilaporkan menyepakati batas waktu kurang dari dua tahun untuk melepaskan divisi for-profit dari kendali nonprofit.

“Inti dari persidangan ini adalah OpenAI yang awalnya nirlaba, kemudian memutuskan untuk beralih menjadi perusahaan for-profit demi mendapatkan dana besar untuk mengembangkan teknologi yang diinginkannya.” — Profesor Michael Dorff, Direktur Eksekutif Lowell Milken Institute for Business Law

Mengapa Musk Menggugat?

Musk menuduh OpenAI telah melanggar prinsip awalnya dengan beralih menjadi perusahaan for-profit. Ia berargumen bahwa perubahan struktur ini menyimpang dari misi awal untuk kepentingan manusia dan justru menguntungkan investor besar. Gugatan tersebut juga menyoroti klaim bahwa OpenAI telah gagal memenuhi komitmen awalnya, termasuk keterlibatan Musk dalam pengembangan teknologi.

Persidangan ini tidak hanya menyangkut reputasi dua tokoh teknologi, tetapi juga masa depan pengembangan AI yang lebih transparan dan berorientasi pada manusia.

Sumber: Engadget