Setahun lalu, persaingan sengit antara dua tim NASCAR dengan manajemen NASCAR seolah telah menjadi sejarah. Kini, kedua belah pihak telah berdamai dan menjalin hubungan yang harmonis. Namun, sebelum itu terjadi, keluarga France—yang sejak berdirinya NASCAR 78 tahun lalu telah memimpin seri balap ini—mendapatkan tekanan besar.

Setelah melalui persidangan yang panjang, Associated Press melaporkan bahwa tuntutan hukum yang dipimpin oleh pemilik tim NASCAR dan legenda NBA, Michael Jordan, menunjukkan keluarga France sebagai pihak yang menimbun kekayaan sementara tim-tim mereka mengalami kesulitan keuangan. Tuduhan tersebut menimpa langsung kepada Jim France, Ketua dan CEO NASCAR saat itu, yang tidak menyangka harus memimpin organisasi raksasa ini di usia 81 tahun.

Sementara itu, Brian France—putra dari saudara Jim France—meninggalkan posisi Ketua dan CEO NASCAR pada 2018 setelah insiden penahanan karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Kondisi ini memaksa Jim France, yang saat itu berusia 73 tahun, untuk kembali memimpin NASCAR pada Agustus 2018. Ia memegang kendali hingga hari ini, ketika akhirnya mengumumkan peralihan kepemimpinan kepada Steve O’Donnell.

O’Donnell, yang telah 30 tahun berkarier di NASCAR, kini resmi menjabat sebagai Presiden dan CEO. Langkah ini diikuti dengan promosi Ben Kennedy—cucu Jim France—sebagai Chief Operating Officer (COO). Kennedy, yang sebelumnya menjabat sebagai Executive Vice President dan Chief Venue and Racing Innovations Officer, kini menjadi eksekutif termuda dalam sejarah NASCAR yang memegang posisi strategis.

Kennedy sendiri memiliki latar belakang sebagai pembalap profesional. Ia memulai kariernya di kelas junior di Orlando Speed World, kemudian naik ke level ARCA, NASCAR Craftsman Truck Series, dan sempat berkompetisi di NASCAR O’Reilly Auto Parts. Pada 2018, ia dipindahkan dari kursi pembalap ke posisi manajemen di NASCAR, menandai awal karier barunya di belakang layar.

Sumber: Hagerty