Hakim Federal Beri Waktu kepada FDA untuk Tinjau Aturan Keamanan Mifepristone

Hakim federal di Louisiana, David Joseph, menangguhkan gugatan yang menentang akses terhadap pil aborsi Mifepristone melalui pos. Keputusan ini mempertahankan status quo sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyelesaikan tinjauan ulang terhadap aturan keamanan obat tersebut.

Gugatan Louisiana Ditunda Selama 60 Hari

Menurut keputusan hakim, FDA memiliki waktu 60 hari untuk memberikan pembaruan kepada pengadilan mengenai tinjauan aturan REMS (Risk Evaluation and Mitigation Strategy) yang mengatur siapa yang boleh meresepkan obat dan apakah obat tersebut dapat dikirim melalui pos. Selanjutnya, FDA memiliki waktu enam bulan untuk menyelesaikan tinjauan menyeluruh.

Pemerintah Louisiana Tetap Melanjutkan Upaya Hukum

Meskipun gugatan ditunda, Jaksa Agung Louisiana, Liz Murrill, telah mengajukan permohonan ke Pengadilan Banding Sirkuit Kelima AS untuk menangguhkan aturan Mifepristone tahun 2023. Murrill berargumen bahwa negaranya berpeluang besar untuk membuktikan bahwa aturan tersebut melanggar hukum.

"Bukti dan penelitian selama puluhan tahun dari AS dan seluruh dunia menunjukkan bahwa Mifepristone aman dan efektif," ujar Amy Friedrich-Karnik, Direktur Kebijakan Federal di Guttmacher Institute.

"Obat-obatan ini sangat aman sehingga dapat dijual bebas tanpa resep (dan sudah dilakukan di negara lain)," tambah Sarah Prager, MD, dokter kandungan di University of Washington Medical Center.

Dukungan terhadap Akses Mifepristone

Friedrich-Karnik menilai tinjauan FDA sebagai upaya untuk membatasi akses terhadap obat tersebut. Sementara itu, Murrill yakin Louisiana akan memenangkan kasus ini. Sidang di Pengadilan Banding Sirkuit Kelima akan segera digelar.

Bagi sekitar 1 dari 4 orang yang saat ini mengakses aborsi melalui layanan telemedisin, keputusan hakim ini menentukan apakah opsi tersebut tetap tersedia. Alexis McGill Johnson, Presiden dan CEO Planned Parenthood Federation of America (PPFA), menegaskan bahwa pertarungan untuk akses Mifepristone belum berakhir.

"Meskipun kasus ini ditunda dan akses Mifepristone tetap tidak berubah untuk saat ini, kami tahu bahwa pertarungan belum selesai. Keputusan hakim ini membuka kemungkinan pembatasan lebih lanjut di masa depan," kata McGill Johnson.

"Dari pengadilan hingga pemerintahan Trump hingga badan legislatif negara bagian di seluruh negeri, akses terhadap Mifepristone dan aborsi masih terus diserang. Organisasi Planned Parenthood akan terus berjuang agar pasien memiliki kebebasan untuk mengakses perawatan yang aman dan efektif — tanpa campur tangan politik," tambahnya.

Mifepristone Jadi Pil Aborsi Paling Umum di AS

Menurut data CDC, aborsi dengan obat-obatan kini menjadi metode yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat. Pada tahun 2023, sebanyak 63% aborsi dilakukan dengan menggunakan Mifepristone, menurut data dari Guttmacher Institute. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 dari 4 aborsi dilakukan melalui layanan telemedisin, yang memungkinkan pasien menerima obat tanpa kunjungan tatap muka.

Dampak Potensial jika Aturan FDA Berubah

Jika FDA mengubah aturan REMS, akses terhadap Mifepristone melalui pos bisa dibatasi. Hal ini berpotensi mengurangi porsi aborsi melalui telemedisin, yang saat ini menjadi pilihan bagi banyak perempuan di AS. Para ahli menekankan bahwa Mifepristone telah terbukti aman dan efektif selama beberapa dekade penggunaan.

Tinjauan FDA dan Masa Depan Akses Mifepristone

Keputusan hakim di Louisiana memberikan jeda sementara bagi FDA untuk menyelesaikan tinjauannya. Namun, upaya hukum dari pemerintah Louisiana tetap berlanjut. Hasil sidang di Pengadilan Banding Sirkuit Kelima akan menentukan apakah aturan saat ini tetap berlaku ataukah akan ada pembatasan lebih lanjut.

Sementara itu, organisasi kesehatan seperti Planned Parenthood berjanji untuk terus memperjuangkan akses terhadap aborsi yang aman dan legal, tanpa intervensi politik.

Sumber: Healthline