Serangan Siber Mematikan Canvas Saat Masa Ujian Akhir

Perguruan tinggi di seluruh Indonesia tengah berusaha pulih dari gangguan sistem yang menimpa platform Canvas, layanan pendidikan daring yang digunakan untuk mengelola ujian, catatan kuliah, video perkuliahan, hingga nilai mahasiswa. Gangguan ini terjadi di tengah masa ujian akhir, periode krusial yang sangat mengandalkan ketersediaan platform pendidikan.

Pada Kamis malam, Instructure, perusahaan induk Canvas, mengumumkan bahwa layanan telah kembali normal bagi sebagian besar pengguna. Namun, kelompok peretas ShinyHunters mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Luke Connolly, analis ancaman dari firma keamanan siber Emsisoft, mengonfirmasi klaim tersebut.

Beberapa Perguruan Tinggi Masih Waspada

Meskipun Canvas telah pulih, sejumlah perguruan tinggi tetap membatasi akses mahasiswa dan dosen sebagai langkah kehati-hatian. Mereka tengah mengevaluasi potensi kerentanan sistem sebelum membuka akses penuh. Beberapa institusi bahkan memutuskan untuk menunda jadwal ujian akhir sebagai antisipasi dampak lebih lanjut.

Apa Itu Canvas?

Canvas adalah platform pendidikan daring yang digunakan oleh ribuan perguruan tinggi untuk mengelola hampir seluruh aspek perkuliahan. Fitur utamanya meliputi:

  • Buku nilai digital (gradebook)
  • Pusat materi kuliah dan rekaman video
  • Forum diskusi untuk proyek kelompok
  • Sistem pesan antara mahasiswa dan dosen
  • Platform ujian dan pengumpulan tugas akhir

Siapa ShinyHunters?

ShinyHunters adalah kelompok peretas yang terdiri dari remaja dan dewasa muda di Amerika Serikat dan Inggris. Mereka telah terlibat dalam sejumlah serangan siber berskala besar, termasuk terhadap Ticketmaster. Dalam halaman target mereka, kelompok ini menyebut dirinya sebagai "kelompok yang merusak sistem sejak 2019".

Pada awal pekan ini, ShinyHunters mengancam akan membocorkan data hampir 9.000 sekolah dan 275 juta individu jika pihak sekolah tidak membayar tebusan sebelum batas waktu 6 Mei. Ancaman tersebut kemudian diperpanjang, menunjukkan adanya negosiasi dari beberapa institusi pendidikan.

Dampak terhadap Mahasiswa dan Institusi

Meskipun sebagian besar perguruan tinggi telah memulihkan akses ke Canvas, dampak gangguan ini masih terasa, terutama terhadap jadwal ujian akhir. Beberapa institusi mengambil langkah tegas, seperti:

  • Universitas Massachusetts Dartmouth: Menunda ujian yang dijadwalkan pada Jumat dan Sabtu untuk memberi waktu mahasiswa meninjau materi yang tidak dapat diakses selama gangguan.
  • Universitas Illinois: Menunda semua ujian yang dijadwalkan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, tanpa memandang apakah mata kuliah tersebut menggunakan Canvas.
  • Montgomery County Public Schools, Maryland: Masih membatasi akses ke Canvas pada Jumat sebagai tindakan pencegahan, sembari mengevaluasi dampak penuh dari insiden ini.

"Kami terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan data serta kelancaran proses akademik," ujar pihak manajemen Canvas.

Mengapa Perguruan Tinggi Rentan terhadap Serangan Siber?

Perguruan tinggi menjadi sasaran empuk bagi peretas karena mengelola data sensitif, seperti informasi pribadi mahasiswa, dosen, dan karyawan. Serangan siber terhadap institusi pendidikan sering kali melibatkan ransomware, di mana peretas menuntut pembayaran untuk mengembalikan akses atau mencegah pembocoran data. Target serangan tidak hanya institusi pendidikan secara mandiri, tetapi juga vendor eksternal seperti Canvas atau PowerSchool, yang dikelola oleh sistem pendidikan untuk mengatur jadwal, mata kuliah, dan ujian.

Langkah Selanjutnya bagi Institusi Pendidikan

Para ahli keamanan siber menekankan pentingnya kewaspadaan dan persiapan menghadapi serangan siber. Beberapa rekomendasi yang diberikan meliputi:

  • Memperkuat sistem keamanan dengan pembaruan rutin dan audit berkala.
  • Menyusun rencana darurat untuk menghadapi gangguan layanan.
  • Meningkatkan kesadaran mahasiswa dan staf tentang praktik keamanan digital.
  • Berkoordinasi dengan vendor layanan pendidikan untuk memastikan perlindungan data yang optimal.