Pemerintah Amerika Serikat (AS) menangkap seorang prajurit atas tuduhan menggunakan informasi rahasia pemerintah untuk keuntungan pribadi. Gannon Ken Van Dyke, yang terlibat dalam perencanaan operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, diduga memperoleh lebih dari US$400.000 (sekitar Rp6 miliar) dari taruhan di platform Polymarket sebelum operasi berlangsung.
Pengumuman penangkapan Van Dyke disampaikan oleh Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York pada Kamis (9/1). Ia didakwa melakukan beberapa pelanggaran, termasuk pemanfaatan informasi rahasia pemerintah untuk keuntungan pribadi.
Menurut dakwaan yang diajukan, Van Dyke terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan "Operasi Absolute Resolve", operasi rahasia untuk menangkap Maduro. Dalam beberapa hari menjelang operasi, ia diduga melakukan sejumlah transaksi pembelian saham "YES" senilai US$33.934 di Polymarket.
Modus Operandi yang Diduga
Investigasi mengungkapkan bahwa Van Dyke memanfaatkan aksesnya terhadap informasi rahasia pemerintah untuk memprediksi hasil operasi militer. Ia kemudian menggunakan informasi tersebut untuk bertransaksi di Polymarket, platform prediksi pasar yang memungkinkan pengguna bertaruh pada berbagai peristiwa, termasuk politik.
Dakwaan menyatakan bahwa Van Dyke secara sadar menyalahgunakan wewenangnya demi keuntungan finansial pribadi. Ia diduga tidak hanya terlibat dalam perencanaan operasi, tetapi juga secara aktif memantau perkembangan dan memanfaatkan celah untuk keuntungan pribadi.
Reaksi dan Dampak
Penangkapan ini menuai perhatian publik karena melibatkan seorang anggota militer yang seharusnya menjaga kerahasiaan informasi negara.
"Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap keamanan nasional dan prinsip integritas dalam pemerintahan," ujar seorang ahli hukum dari Universitas Columbia.
Operasi Absolute Resolve sendiri merupakan upaya pemerintah AS untuk menangkap Maduro, yang sebelumnya diduga terlibat dalam berbagai tindakan ilegal di Venezuela. Meskipun operasi tersebut berhasil, skandal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana informasi sensitif dapat disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.
Tahap Selanjutnya
Van Dyke kini berada dalam tahanan dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut. Jika terbukti bersalah, ia dapat dikenakan hukuman penjara serta denda yang signifikan. Kasus ini juga memunculkan pertanyaan tentang pengawasan internal militer dan pemerintah terhadap akses terhadap informasi rahasia.