Pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang terhenti pada Rabu (11/9), meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim Iran telah memberitahu pemerintahnya bahwa negara itu berada dalam keadaan ‘Kolaps’.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengkritik keras penanganan negosiasi nuklir oleh Iran. Ia menegaskan bahwa Iran gagal menunjukkan kemajuan menuju kesepakatan.
“Iran tidak bisa menyatukan diri. Mereka bahkan tidak tahu cara menandatangani perjanjian non-nuklir. Mereka harus segera sadar!” tulis Trump.
Sementara itu, Pakistan melaporkan lonjakan tajam dalam pengeluaran mingguan untuk impor minyak akibat kenaikan harga energi global. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebutkan bahwa biaya impor minyak mingguan melonjak hingga 167%, dari $300 juta sebelum konflik di Timur Tengah menjadi $800 juta.
Di Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan dampak yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa perang AS-Israel yang dikombinasikan dengan serangan balasan Iran, seperti pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, telah menelan biaya hampir 500 juta euro (sekitar $600 juta) per hari bagi Uni Eropa. Krisis ini telah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan memicu kekhawatiran akan kelangkaan bahan bakar jet dalam beberapa minggu ke depan.