Dalam wawancara eksklusif dengan program 60 Minutes yang disiarkan pada Minggu (14/7), mantan Presiden AS Donald Trump melontarkan kata-kata keras kepada wartawati CBS, Norah O'Donnell. Ia menyebut O'Donnell sebagai 'memalukan' setelah wartawati tersebut menanyakan reaksinya terhadap manifesto yang diduga ditulis oleh penembak di acara White House Correspondents' Association Dinner (WHCA).
Dalam manifesto tersebut, penembak diduga menyebut-nyebut nama Trump. O'Donnell meminta Trump untuk menanggapi tuduhan tersebut. Menanggapi pertanyaan itu, Trump membantah keras dengan mengatakan, 'Saya sudah tahu kau akan menanyakannya karena kalian memang orang-orang yang buruk. Ya, dia menulis itu. Saya bukan pemerkosa. Saya tidak pernah memperkosa siapa pun.'
Trump melanjutkan, 'Kalian membaca omong kosong dari orang sakit? Saya dikait-kaitkan dengan hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya. Saya sudah dibebaskan sepenuhnya.' Ia juga menyinggung lawan politiknya dengan mengatakan, 'Teman-temanmu di kubu lain yang terlibat, katakanlah, dengan Epstein atau hal-hal lain.' Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
O'Donnell menegaskan bahwa kata-kata dalam manifesto tersebut bukan berasal darinya. Namun, Trump tetap bersikeras, 'Kamu seharusnya malu membacakan itu di 60 Minutes. Kamu memalukan. Tapi silakan, mari kita selesaikan wawancara ini. ... Kamu memalukan.'
Komentar Trump terhadap wartawan, terutama perempuan, telah menjadi sorotan. Society of Professional Journalists sebelumnya mengkritik keras sikap Trump yang kerap menyerang media dengan kata-kata kasar. Mereka menyebutnya sebagai 'pola permusuhan yang jelas, seringkali ditujukan pada perempuan, yang merongrong peran penting pers yang bebas dan independen.'
Sementara itu, perwakilan Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari media.