Dallas Cowboys membantah keras klaim bahwa Pittsburgh Steelers merasa kecewa akibat perdagangan pilihan draft mereka ke Philadelphia Eagles pada malam pertama NFL Draft 2024. Laporan awal menyebutkan Steelers tidak senang karena Cowboys memberikan kesempatan kepada Eagles untuk memilih penerima Makai Lemon, padahal Steelers tengah berbicara dengan pemain tersebut.

Pada Sabtu (27/4), pihak Cowboys secara resmi menyangkal tuduhan tersebut. Melalui Jon Machota dari The Athletic, eksekutif Cowboys Stephen Jones menyatakan, “Itu tidak benar.” Sementara itu, pemilik dan general manager Jerry Jones menambahkan, “Sama sekali tidak.”

“Saya tidak ingin membuat mereka marah. Jika mereka memang kesal, saya minta maaf,” ujar Jerry Jones. “Tapi, percayalah, hal ini pernah terjadi pada kami berkali-kali. Pilihan itu justru diperdagangkan dari bawah kami.”

Jerry Jones menjelaskan bahwa Cowboys sengaja naik satu posisi dalam ronde pertama dengan bertransaksi bersama Miami Dolphins. Langkah tersebut diambil untuk menghindari kemungkinan direbut oleh tim lain atas pemain keamanan Caleb Downs. “Inilah cara kerja draft. Semua tim berhak melakukan apa pun. Tidak ada alasan bagi Steelers untuk kesal.”

Draft Adalah Pertarungan Tanpa Aturan Ketat

Menurut Jerry Jones, draft NFL adalah arena bebas di mana setiap tim berjuang untuk mendapatkan pemain terbaik. Jika sebuah tim direbut oleh tim lain yang naik posisi melalui perdagangan, “Tim terakhir yang boleh marah adalah tim yang turun posisi.”

“Itulah cara draft berjalan. Siapa pun yang berpikir berbeda tidak memahami esensi draft,” tegasnya. “Jika pemilik Steelers Art Rooney II marah kepada Jerry Jones, seharusnya dia tidak melakukannya.”

Steelers Lebih Mungkin Malu daripada Marah

Cowboys menduga, dengan segala hormat kepada laporan tersebut, Steelers sebenarnya malu karena upaya mereka mendraft Lemon menjadi sorotan publik. Namun, mereka tidak seharusnya menyalahkan Cowboys atas hak mutlak tim untuk melakukan perdagangan draft.

“Cowboys hanya menjalankan strategi draft yang sah. Tidak ada yang salah dengan itu.” — Eksekutif Dallas Cowboys