Ty Simpson, mantan quarterback Universitas Alabama, mengaku telah melakukan segalanya untuk dipilih pada putaran pertama draft NFL 2024. Meski demikian, ia menyadari bahwa nasibnya kini berada di luar kendalinya.
Simpson, yang dikenal karena performanya bersama Crimson Tide, dianggap sebagai pilihan kuat kedua setelah Fernando Mendoza untuk menjadi quarterback kedua yang dipilih tim. Namun, pengalamannya yang terbatas sebagai starter di level perguruan tinggi serta performa buruk di akhir musim menjadi alasan mengapa banyak pihak meragukan ia akan terpilih dalam 32 pilihan pertama.
Key Factors in Simpson's Draft Prospects
- Performa di musim reguler: Simpson menunjukkan potensi besar selama musim, tetapi performa buruk di akhir musim menimbulkan pertanyaan.
- Pengalaman terbatas: Meskipun berbakat, Simpson hanya memiliki sedikit pengalaman sebagai starter di level perguruan tinggi.
- Posisi di draft: Ia dianggap sebagai pilihan kedua setelah Mendoza, yang meningkatkan persaingan untuk mendapatkan posisi di putaran pertama.
Simpson Tetap Optimis Meski Tak Bisa Kendalikan Nasib
Simpson menegaskan bahwa ia telah melakukan segala yang terbaik untuk membuktikan dirinya layak dipilih di putaran pertama. Pada Rabu (24/4), ia menyatakan bahwa ia merasa telah memberikan performa terbaiknya.
"Ini di luar kendali saya. Saya sudah melakukan yang terbaik. Saya sudah menunjukkan kemampuan terbaik saya, dan apa pun yang terjadi, itulah yang akan terjadi. Saya sudah siap menerima apapun. Saya memahami bahwa segalanya bisa berubah. Yang terpenting, saya sangat bersemangat untuk memulai karier saya di NFL."
— Ty Simpson, via Jeremy Bergman dari NFL Media
Simpson juga menekankan bahwa ia menerima segala kemungkinan yang terjadi, baik itu dipilih di putaran pertama maupun tidak. Ia yakin bahwa setiap tim yang melewatkan dirinya akan menyesal karena telah melewatkan bakat yang dimilikinya.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Apakah Simpson akhirnya mengetahui nasibnya di putaran pertama pada Kamis atau Jumat, ia akan tetap memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya. Ia bertekad untuk terus maju dan menunjukkan kepada tim mana pun yang melewatkan dirinya bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan tidak memilihnya.