Google terus mendorong integrasi pencarian berbasis AI ke berbagai produknya, dan kini giliran YouTube yang menjadi sasaran. Melalui halaman YouTube Labs, Google mengumumkan peluncuran fitur eksperimental bernama "Ask YouTube".

Fitur ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan kompleks dan menerima hasil yang lebih komprehensif, mencakup video serta teks. Selain itu, pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menjelajahi topik lebih mendalam. Fitur ini mulai diuji coba hari ini dan akan tersedia hingga 8 Juni 2024 bagi pengguna YouTube Premium di Amerika Serikat berusia 18 tahun ke atas.

Untuk mengaktifkannya, pengguna harus mengaktifkan fitur ini di pengaturan akun terlebih dahulu. Setelah itu, pengguna dapat mengklik tombol "Ask YouTube" yang muncul di bilah pencarian. Tersedia juga saran pertanyaan yang bisa dipilih, atau pengguna dapat memasukkan pertanyaan sendiri, seperti "rencana perjalanan 3 hari dari San Francisco ke Santa Barbara".

Setelah mendapatkan hasil, pengguna dapat melanjutkan dengan pertanyaan lanjutan atau memilih saran yang disediakan untuk eksplorasi lebih lanjut. Berdasarkan uji coba singkat yang dilakukan The Verge, pertanyaan "sejarah singkat pendaratan Apollo 11 di bulan" menghasilkan ringkasan misi beserta video dan penanda waktu yang relevan. Meskipun demikian, beberapa pencarian hanya menampilkan daftar video layaknya pencarian YouTube konvensional.

Seperti halnya teknologi AI lainnya, terdapat risiko ketidakakuratan informasi. Dalam uji coba yang dilakukan The Verge, pencarian mengenai Steam Controller menghasilkan informasi yang tidak akurat, sebagaimana dilaporkan oleh Jay Peters.

Meskipun demikian, YouTube berharap fitur ini dapat membantu pengguna menemukan konten berkualitas dengan lebih cepat. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pengguna YouTube dikenal sangat kritis terhadap konten AI yang dianggap tidak asli atau berkualitas rendah.

Sumber: Engadget