YouTube Perluas Akses Deteksi AI untuk Selebriti dan Agensi

YouTube kini membuka akses alat deteksi AI untuk mengenali kemiripan wajah dalam konten yang dihasilkan AI kepada agensi bakat dan manajemen Hollywood, serta selebriti yang mereka wakili. Alat ini berfungsi mirip dengan Content ID, yaitu dengan mencari kemiripan wajah seseorang dalam konten AI.

Jika ditemukan konten yang menyerupai wajah seseorang, seperti deepfake, individu yang bersangkutan dapat meninjau dan meminta penghapusan konten tersebut jika melanggar pedoman privasi YouTube.

Cara Kerja dan Verifikasi Identitas

Untuk menggunakan alat ini, peserta harus memverifikasi identitas terlebih dahulu. Data yang diberikan selama pendaftaran hanya digunakan untuk verifikasi identitas dan tidak digunakan untuk melatih model AI generatif Google. Pengguna juga dapat memilih untuk berhenti menggunakan layanan ini kapan saja, dan YouTube akan menghapus data yang telah diberikan.

"Dengan dukungan dari agensi bakat terkemuka seperti CAA, UTA, WME, dan Untitled Management, kami terus menyempurnakan cara deteksi kemiripan dapat melayani talenta dengan lebih baik. Kami sangat senang karena selebriti dan entertainer kini dapat mengakses alat ini, terlepas dari apakah mereka memiliki saluran YouTube atau tidak."

— YouTube, dalam postingan blog, Selasa (18/6/2025)

Perluasan Akses dari Waktu ke Waktu

Peluncuran alat ini dimulai melalui kolaborasi dengan klien CAA pada Desember 2024. Kemudian, pada Oktober 2024, akses diperluas kepada 5.000 kreator. Pada Maret 2025, YouTube membuka akses bagi pejabat pemerintah, kandidat politik, dan jurnalis.

Upaya Perlindungan dan Inovasi Konten

Selain meluncurkan alat deteksi AI untuk keamanan, YouTube juga tengah mengeksplorasi peluang bagi kreator dan seniman untuk menemukan sumber pendapatan baru melalui pengelolaan dan otorisasi kemiripan AI.

Perusahaan juga menyatakan dukungannya terhadap NO FAKES Act, sebuah undang-undang yang menetapkan hak publisitas federal dan berfungsi sebagai panduan untuk adopsi internasional. Tujuannya adalah memastikan teknologi ini melayani, bukan menggantikan, kreativitas manusia.

Dukungan terhadap Regulasi dan Masa Depan Konten

YouTube menekankan komitmennya untuk melindungi kreator dan selebriti dari penyalahgunaan AI dalam konten. Dengan alat deteksi ini, platform berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih aman dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Sumber: The Wrap