Sebuah insiden tembak-menembak terjadi di acara White House Correspondents' Dinner akhir pekan lalu. Pada Senin (13/5), para pembawa acara The View di ABC membahas dampaknya terhadap kemungkinan reformasi senjata di Amerika Serikat. Mereka sepakat bahwa insiden tersebut telah membuat para politisi merasakan ketakutan yang selama ini dialami anak-anak sekolah akibat kekerasan senjata.
Diskusi Hot Topics hari itu dipusatkan pada insiden tersebut. Seluruh pembawa acara secara tegas mengutuk tindakan kekerasan politik terhadap siapa pun. Mereka juga mengakui kinerja luar biasa yang dilakukan oleh Dinas Rahasia AS dalam menangani situasi tersebut.
Namun, Sunny Hostin menyayangkan fakta bahwa penembak berhasil mendekati lokasi dengan membawa senjata. Sementara itu, Ana Navarro mempertanyakan langkah selanjutnya, terutama mengingat siapa saja yang hadir dalam acara tersebut.
“Ruangan itu dipenuhi oleh beberapa pemimpin politik terpenting di negara ini saat ini. Kini mereka tahu, mereka telah merasakan sendiri ketakutan yang dialami anak-anak sekolah,” ujar Navarro. “Mereka kini paham bagaimana rasanya harus bersembunyi di bawah meja seperti yang dilakukan anak-anak sekolah.”
Navarro juga menekankan kerentanan AS terhadap penembakan massal. Ia menyebutkan berbagai tempat di mana kekerasan senjata telah terjadi dan berargumen bahwa tindakan nyata seharusnya sudah diambil setelah tragedi Sandy Hook.
“Tapi mungkin sekarang, setelah mereka merasakan ketakutan itu sendiri, mereka akan mengambil langkah nyata untuk reformasi senjata,” kata Navarro.
Insiden ini bukan pertama kalinya politisi mengalami ancaman kekerasan senjata secara langsung. Setelah penembakan pada Sabtu malam, Presiden AS memposting di Truth Social bahwa insiden tersebut semakin menekankan kebutuhan akan ruang ballroom yang aman di Gedung Putih.