Donald Trump kembali mencuat dalam perbincangan publik setelah menyebut sejumlah tokoh konservatif sebagai 'low IQ'. Yang mengejutkan, tiga dari empat tokoh yang ia cela tersebut adalah orang kulit putih. Padahal, Trump sering menggunakan istilah tersebut untuk menyerang orang kulit hitam. Tuduhan rasisme pun kembali mengemuka.

Sejumlah catatan sejarah mendukung tuduhan tersebut. Pada 1973, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menggugat bisnis properti milik keluarga Trump karena diduga melakukan diskriminasi rasial. Pada 1989, Trump memanfaatkan kasus Central Park Five—di mana lima remaja kulit hitam dan Latinia salah didakwa melakukan pemerkosaan—untuk menarik perhatian media dengan pernyataan yang memojokkan mereka.

Ia juga dikenal karena menyebarkan teori konspirasi 'birther' yang menuduh mantan Presiden Barack Obama bukan warga negara asli Amerika Serikat. Mantan karyawan di acara The Apprentice mengaku pernah mendengar Trump menggunakan kata-kata rasis, termasuk istilah yang sangat menghina bagi orang kulit hitam.

Pernyataan kontroversial lainnya datang dari Trump ketika menyebut negara-negara seperti Haiti, El Salvador, dan beberapa negara Afrika sebagai 'shithole countries' atau 'negara sampah'. Ia juga menyerukan agar perempuan anggota Kongres keturunan minoritas 'pulang ke negara asal mereka'. Tak hanya itu, ia kerap mengaitkan imigran Meksiko dengan kejahatan dan pemerkosaan.

Selama debat presiden 2020, Trump enggan mengecam kelompok supremasi kulit putih. Ia juga pernah menunjuk pejabat dengan rekam jejak rasis dan hubungan dengan kelompok nasionalis kulit putih. Pada 2019, ia membagikan video di media sosial yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama sebagai kera.

Serangan Trump terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) serta 'woke' semakin memperkuat tuduhan rasisme. Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 300 hari pertama masa jabatannya saat ini, 91% pejabat yang dikonfirmasi adalah orang kulit putih. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pemerintahan Biden yang hanya 61%. Padahal, populasi orang kulit putih di AS hanya sekitar 60%. Foto-foto jaksa agung yang ditunjuk Trump juga menunjukkan dominasi orang kulit putih dan pria.

Untuk menjawab apakah penggunaan istilah 'low IQ' oleh Trump semata-mata bentuk kebencian atau hanya sikap kasar terhadap lawan, tim peneliti independen menganalisis unggahan Trump di Truth Social sejak April 2020 hingga April 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa dari setidaknya 50 kali penggunaan istilah tersebut, 60% ditujukan kepada orang kulit hitam. Dalam sembilan postingan sejak April 2024, enam di antaranya menargetkan individu atau kelompok kulit hitam.

Dengan berbagai bukti tersebut, sulit untuk membantah bahwa Trump memiliki catatan panjang dalam hal rasisme. Data dan pernyataan kontroversialnya membentuk pola yang konsisten, menunjukkan sikap yang tidak hanya kasar, tetapi juga diskriminatif terhadap kelompok minoritas.