WASHINGTON, D.C. — Pentagon resmi mengumumkan total biaya perang yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) dalam konflik melawan Iran sejak tahun 2020. Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, pejabat tinggi pertahanan mengungkapkan bahwa total pengeluaran mencapai US$ 80 miliar atau setara dengan sekitar Rp 1.200 triliun.
Angka tersebut mencakup berbagai pos pengeluaran, mulai dari operasional militer, penggantian peralatan tempur yang rusak, hingga dampak ekonomi akibat konflik berkepanjangan. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa biaya besar ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Biaya ini bukan sekadar angka, melainkan investasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan melindungi kepentingan nasional AS," ujar Hegseth dalam keterangan resminya.
Rincian Biaya Perang AS-Iran
- Pengeluaran militer langsung: US$ 45 miliar, termasuk pembelian senjata, bahan bakar, dan logistik.
- Penggantian peralatan: US$ 20 miliar untuk memperbaiki atau mengganti pesawat tempur, kapal perang, dan sistem pertahanan yang mengalami kerusakan.
- Dampak ekonomi: US$ 15 miliar akibat gangguan rantai pasok, penurunan investasi asing, dan biaya pemulihan infrastruktur di wilayah konflik.
Pejabat Pentagon juga menekankan bahwa biaya ini masih bisa bertambah jika ketegangan dengan Iran terus meningkat. Ketua Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menambahkan bahwa anggaran tersebut juga digunakan untuk memperkuat aliansi dengan negara-negara sekutu di kawasan, seperti Israel dan Arab Saudi.
"Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan," kata Caine.
Sementara itu, mantan pejabat militer yang tidak terlibat dalam konferensi tersebut menyoroti dampak jangka panjang dari biaya perang ini. Menurut mereka, alokasi dana sebesar itu berpotensi mengalihkan anggaran dari program domestik, seperti pendidikan dan kesehatan.
"Pentagon perlu transparan soal penggunaan anggaran ini. Masyarakat berhak tahu apakah dana sebesar US$ 80 miliar benar-benar memberikan manfaat yang sebanding," ujar analis pertahanan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Lisa Hurst.
Konferensi pers ini disiarkan langsung oleh media nasional dan internasional. Pentagon berjanji akan merilis laporan lengkap mengenai penggunaan dana tersebut dalam waktu dekat.