Bill O’Reilly, jurnalis senior Amerika Serikat, mengkritik keras Kaitlan Collins, koresponden Gedung Putih CNN, sebagai 'pemula' karena melaporkan secara keliru bahwa penembak di acara White House Correspondents' Dinner (WHCD) telah 'dinyatakan meninggal'. Padahal, pelaku masih hidup dan kemudian ditahan.

O’Reilly menyampaikan kritiknya dalam program No Spin News pada Senin (29/4), dengan menyatakan bahwa Collins tidak memiliki pemahaman dasar dalam pelaporan berita. Ia menegaskan bahwa Collins tidak layak melaporkan kabar tersebut tanpa sumber yang valid.

"Dia seorang pemula," kata O’Reilly sembari menampilkan cuplikan laporan Collins di WHCD. "Tampak bagus di televisi, bisa melakukan wawancara, tapi tidak tahu apa yang dia lakukan. Kamu tidak boleh melaporkan berita seperti itu... karena itu disebut kabar burung."

"Dia tidak memiliki sumber yang valid selain seorang sekretaris pendidikan. Bagaimana dia bisa tahu? Kalau mau menyebutkannya, kamu bisa bilang ada rumor, bisa bilang begitu. Tapi kamu tidak boleh mengatakan, 'Mereka mengatakan dia dinyatakan meninggal.'"

Seorang perwakilan CNN belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari TheWrap.

Pada Sabtu malam (27/4), Presiden Donald Trump dievakuasi dari acara WHCD setelah terdengar tembakan di Hotel Washington Hilton. Kekacauan terjadi saat para hadirin berlindung di bawah meja dan para jurnalis berusaha mencari informasi.

Dalam situasi tersebut, Collins melaporkan di CNN dengan mengatakan:

"Baiklah, teman-teman. Saya ingin kalian tahu ini belum diverifikasi. Kami hanya mendengarkan apa yang terjadi saat ini. Tapi kami memiliki pengamanan di sekitar kami, yaitu Secret Service, karena banyak pejabat pemerintahan di sini. Sekretaris pendidikan duduk tepat di sebelah saya, dan pengamanannya baru saja mengatakan bahwa ada penembak di lobi. Belum jelas di mana lokasinya, karena hotel ini sangat besar... Mereka mengatakan dia dinyatakan meninggal."

Namun, Trump dan Secret Service kemudian mengumumkan bahwa seorang tersangka telah ditangkap. Pelaku diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, warga California berusia 31 tahun. Ia didakwa melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Trump, yang dapat dihukum penjara seumur hidup. Allen belum mengajukan pembelaan untuk dakwaan tersebut maupun tuduhan terkait senjata api.

Sumber: The Wrap