Bitcoin Menuju $100.000: Apa yang Perlu Diwaspadai Investor?

Level $100.000 disebut sebagai magnet berikutnya bagi investor Bitcoin jika tren kenaikan harga aset kripto teratas ini terus berlanjut. Demikian menurut Luca Köymen, pakar strategi investasi di Sygnum Bank. Ia menekankan bahwa dua perubahan kebijakan di Amerika Serikat (AS) berpotensi menguatkan lonjakan harga Bitcoin.

Perubahan tersebut adalah:

  • Pengesahan Clarity Act, yang mengatur struktur pasar kripto AS
  • Kepemimpinan baru di Federal Reserve (Fed), dengan calon pengganti Jerome Powell yang dinilai lebih ramah terhadap kripto

"Cerita struktural inilah yang kami lihat sebagai sinyal lebih besar," kata Köymen. "Akses bank yang lebih jelas, tidak adanya persaingan CBDC, serta ketua yang memperlakukan kripto sebagai bagian dari sistem—bukan hal eksotis—jauh lebih penting daripada perubahan sikap hawkish dalam satu atau dua kuartal."

Fed Baru: Kevin Warsh sebagai Kunci Perubahan

Masa jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, akan berakhir pada 15 Mei 2025. Presiden AS, Donald Trump, telah mencalonkan Kevin Warsh sebagai penggantinya. Warsh dikenal sebagai figur yang mendukung kripto dan dianggap sebagai pilihan yang dapat mengubah arah kebijakan Fed.

"Ia adalah ketua Fed yang paling memahami kripto sepanjang sejarah. Ia mengerti teknologi ini dan secara terbuka menyebut Bitcoin sebagai alat disiplin bagi kebijakan buruk," ujar Köymen.

Dalam kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat AS pada Selasa, Warsh menyebut dirinya sebagai aktor independen dan menekankan fokus pada:

  • Pengurangan neraca Fed
  • Pengukuran inflasi yang lebih ketat
  • Kebijakan berbasis data

Meskipun sikap Warsh dalam jangka pendek dapat mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga segera, pasar tidak banyak bereaksi sejak dengar pendapat tersebut. Köymen tetap optimistis dalam jangka menengah, melihat kerangka kerja Warsh sebagai dukungan bagi aset berisiko.

Hambatan Politik dan Ketidakpastian

Namun, jalan menuju konfirmasi Warsh tidak mudah. Ia menghadapi hambatan politik, termasuk penolakan dari Senator Partai Republik, Thom Tillis. Tillis mengkhawatirkan stabilitas pasar jika Warsh terpilih.

Prediksi pasar juga tidak optimistis. Setelah proses konfirmasi di Senat, pasar prediksi Polymarket menurunkan peluang Warsh terpilih menjadi hanya 28% pada 15 Mei, turun dari 92% pada Maret. Bahkan jika terpilih, Warsh membutuhkan konsensus dari 11 anggota dewan Fed lainnya untuk mengubah arah kebijakan secara signifikan.

Meski demikian, Köymen tetap melihat potensi perubahan ini sebagai kemenangan struktural.

"Dalam jangka menengah hingga panjang, kami melihat penunjukan Warsh sebagai net positif bagi Bitcoin dan aset kripto secara luas," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan tata kelola di Fed, ditambah penyesuaian pada Supplementary Leverage Ratio, dapat meningkatkan kondisi keuangan yang lebih baik.

Clarity Act: Harapan Baru untuk Pasar Kripto AS

Clarity Act, rancangan undang-undang paling signifikan mengenai struktur pasar kripto di AS, juga disebut Köymen dapat menjadi katalis positif bagi Bitcoin jika disahkan. RUU ini bertujuan untuk memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto.

Namun, waktu untuk pengesahannya semakin sempit. Alex Thorn, kepala riset Galaxy Digital, memperkirakan peluang RUU ini untuk disahkan tahun ini hanya 50-50. Senat AS saat ini disibukkan dengan isu-isu lain, seperti debat Iran, pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dan jadwal pengesahan nominasi yang padat.

"Jika pembahasan RUU ini tertunda hingga pertengahan Mei, peluang untuk disahkan tahun ini akan semakin kecil," kata Thorn.

Prospek Bitcoin di Tengah Ketidakpastian

Saat ini, Bitcoin telah naik sekitar 10% dalam dua minggu terakhir, diperdagangkan di level $78.000. Meskipun demikian, harga ini masih 38% di bawah puncaknya pada Oktober 2024, meski indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi pada April lalu.

Köymen menekankan bahwa perubahan struktural di AS, baik melalui kepemimpinan Fed baru maupun pengesahan Clarity Act, dapat menjadi pendorong jangka panjang bagi Bitcoin. Meski hambatan politik dan pasar tetap ada, potensi kenaikan harga hingga $100.000 tetap menjadi daya tarik utama bagi investor.

Sumber: DL News