Bitcoin resmi menembus level $80.000 pada Senin (6/5), mencatat kenaikan sebesar 19% dalam sebulan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama: lonjakan permintaan institusi dan momentum legislatif yang semakin kuat di Amerika Serikat.
Pada awal Mei saja, dana sebesar $630 juta mengalir ke ETF Bitcoin spot AS, memperpanjang tren positif selama dua bulan terakhir. Data dari DefiLlama menunjukkan bahwa April menjadi bulan terbaik bagi Bitcoin sejak Oktober tahun lalu.
Menurut Max Kahn, CEO Digital Wealth Partners, arus dana ke ETF Bitcoin kini menjadi sumber utama tekanan beli yang konsisten. Hal ini membantu Bitcoin mempertahankan level harga yang lebih tinggi selama permintaan institusi tetap kuat.
Legislasi AS dan Dampaknya terhadap Bitcoin
Di tengah kenaikan harga Bitcoin, Washington mendekati terobosan legislatif yang signifikan. Senator Tim Scott, Ketua Komite Perbankan Senat AS, mengungkapkan bahwa Clarity Act—undang-undang struktur pasar aset digital—akan segera memasuki tahap markup bipartisan pada Mei dan diperkirakan akan dibawa ke voting di Senat dalam waktu dekat.
Scott menyebut situasi saat ini sebagai "zona merah", menandakan bahwa undang-undang tersebut sudah mendekati tahap voting di Senat. Setiap langkah prosedural yang dilalui akan mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini membatasi masuknya modal institusi ke pasar kripto.
"Saya hanya ingin memastikan bahwa ketiga belas senator Republik mendukung. Dengan begitu, markup bipartisan pada Mei bisa tercapai, dan kami dapat membawa undang-undang ini ke lantai Senat."
Sementara itu, Michael Saylor, Ketua Eksekutif Strategy, telah mengambil langkah lebih awal. Saham Strategy melonjak lebih dari 7% pada Jumat (3/5) seiring Bitcoin mendekati $80.000, memberikan imbal hasil bagi investor yang telah bertahan melalui masa sulit.
Dalam konferensi Bitcoin 2026 di Las Vegas pekan lalu, Saylor tidak hanya fokus pada harga Bitcoin. Ia menekankan potensi STRC—saham preferen Bitcoin-backed buatan Strategy—dan pandangannya bahwa kredit digital akan merevolusi pasar modal global.
"Pasar kredit global senilai $300 triliun merupakan peluang yang jauh lebih besar dibandingkan pasar Bitcoin senilai $2 triliun," ujar Saylor di hadapan para hadirin. BlackRock melalui iShares Preferred Income Securities ETF telah menempatkan dana sebesar $210 juta pada STRC, yang kini telah tumbuh menjadi $8,5 miliar dalam waktu kurang dari sembilan bulan.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Kalender makro bulan Mei dipenuhi dengan berbagai peristiwa penting. Kevin Warsh diperkirakan akan dikonfirmasi sebagai Ketua Federal Reserve yang baru, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada 15 Mei. Pasar memperkirakan probabilitas konfirmasi Warsh mencapai 95%.
Menurut ekonom Ed Yardeni, laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat (10/5) menjadi sorotan utama. Tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 4,2%, sementara klaim pengangguran menunjukkan pasar tenaga kerja yang sehat.
Selain itu, laporan keuangan perusahaan juga menjadi perhatian. Perusahaan seperti Palantir, AMD, McDonald's, dan Arm akan merilis laporan kuartalan minggu ini. Dengan 44% perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan hasilnya, analis memprediksi pertumbuhan laba sebesar 19,8% untuk tahun 2026—angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, sembilan pejabat Federal Reserve akan menyampaikan pidato sepanjang minggu ini. Para investor akan mencermati setiap pernyataan mereka untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan suku bunga.
Harapan inflasi juga akan dirilis pada Kamis (9/5), dengan perkiraan New York Fed menunjukkan kenaikan menuju angka 4%.
Pergerakan Pasar Kripto
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik 2,2% menjadi $79.887, sementara Ethereum mengalami kenaikan 3%.