Perusahaan treasury kripto Bitmine kembali melakukan pembelian besar-besaran terhadap Ethereum (ETH). Pada Senin (29/4), Bitmine membeli aset senilai $294 juta, yang merupakan akuisisi terbesar sejak Desember 2024. Dengan tambahan ini, Bitmine kini menguasai sekitar $12 miliar dalam aset kripto terbesar kedua di dunia tersebut.
Selain itu, Bitmine juga memiliki sejumlah saham ekuitas signifikan di perusahaan lain, termasuk Beast Industries dan Eightco. Tom Lee, Ketua Bitmine, menyatakan bahwa Ethereum tengah diuntungkan oleh dua faktor utama: tokenisasi aset oleh Wall Street dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Bitmine juga menjadi salah satu perusahaan publik yang menawarkan eksposur terhadap OpenAI melalui Eightco.
Pembelian terbaru Bitmine ini terjadi bersamaan dengan pernyataan Senator Cynthia Lummis pada konferensi Bitcoin 2026. Lummis mengumumkan bahwa Senat AS akan melakukan markup terhadap RUU Clarity Act pada Mei mendatang. RUU ini dianggap krusial karena akan membentuk kerangka regulasi federal untuk aset digital di Amerika Serikat.
Lummis dikenal sebagai salah satu tokoh paling vokal di Capitol Hill yang mendukung industri kripto. Ia juga merupakan salah satu investor awal Bitcoin. Meskipun harga Ethereum naik 14% dalam sebulan terakhir, nilainya masih turun 54% dari puncaknya pada Agustus 2024 yang mencapai $4.950. Data DefiLlama menunjukkan bahwa dana kelolaan ETF spot yang melacak Ethereum berhasil menarik $489 juta pada April, mengakhiri rentetan lima bulan penurunan.
Tom Lee menegaskan pandangannya mengenai Ethereum sebagai ‘simpanan nilai terbaik di masa perang’, terutama sejak konflik di Iran dimulai. Meskipun harga saham Bitmine turun lebih dari 60% sejak Agustus 2024, perusahaan ini tetap mendapat dukungan dari investor ternama seperti Cathie Wood (ARK Invest), Founders Fund, Pantera Capital, Kraken, Galaxy Digital, dan Bill Miller.
Mengenal Clarity Act dan Tantangannya
RUU Clarity Act telah mengalami penundaan di Senat AS karena para pembuat undang-undang masih berdebat mengenai beberapa poin krusial. Meskipun berhasil disahkan di Dewan Perwakilan Rakyat pada Juli 2025, RUU ini belum juga diproses lebih lanjut di Senat. Beberapa isu yang menjadi hambatan antara lain aturan mengenai imbal hasil stablecoin dan pembagian yurisdiksi antarlembaga.
Komite Perbankan Senat gagal menjadwalkan markup pada April, sehingga pembahasan ditunda hingga Mei. Menurut analisis yang dirilis Galaxy Digital, jika Senat tidak segera memproses RUU ini pada pertengahan Mei, peluang untuk disahkan pada 2026 akan semakin kecil. Galaxy Digital memperkirakan peluang tersebut hanya sekitar 50% atau kurang.
Lummis menegaskan bahwa Senat akan segera mengambil tindakan pada Mei mendatang. Ia juga menekankan pentingnya regulasi yang jelas bagi industri kripto di AS.
“Bitcoin membawa budaya yang mungkin bisa menulis Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang kita rayakan hari ini,” ujarnya.
Pergerakan Pasar Kripto Terkini
Sementara itu, pergerakan pasar kripto dalam 24 jam terakhir menunjukkan tren yang beragam. Bitcoin (BTC) turun 1,1% menjadi $76.822, sedangkan Ethereum (ETH) melemah 1,6% ke level $2.283.
Berita Terkait yang Layak Dibaca
- Justin Sun mengumumkan dana tambahan $20 juta untuk protokol pinjaman Aave, mendorong ekspansi ke blockchain miliknya.
- Bank-bank AS berupaya mempertahankan pengaruhnya meskipun Clarity Act mengalami kemacetan, namun apakah ini akan berdampak signifikan?
- Panglima Komando Indo-Pasifik AS mengungkapkan bahwa militer AS menjalankan live Bitcoin node untuk keperluan penelitian keamanan siber.
- Analisis terbaru menyoroti potensi Bitcoin menembus $90.000 setelah tren positif saat ini.