Bot ekstraksi yang berfokus pada Maximum Extractable Value (MEV), bernama JaredFromSubway.eth, berhasil melakukan serangan sandwich terhadap transaksi Vitalik Buterin di jaringan Ethereum. Bot tersebut berhasil mencuri sekitar 0,00197 ETH dari transaksi Buterin yang menjual token DigitalBits (XDB) melalui Uniswap V2.
Bagaimana Serangan Sandwich Terjadi
Serangan sandwich terjadi ketika bot MEV mendeteksi transaksi besar di mempool publik Ethereum. Bot tersebut kemudian memasukkan transaksi sendiri sebelum dan sesudah transaksi korban untuk memanipulasi harga.
Dalam kasus ini, Buterin menjual 26.544 token DigitalBits (XDB) dengan pengaturan slippage amountOutMin yang disetel ke nol. Pengaturan ini memungkinkan transaksi untuk dieksekusi meskipun harga berubah drastis. Akibatnya, Buterin menerima hanya 0,00197 ETH, senilai kurang dari $5 pada saat itu.
JaredFromSubway.eth, yang memantau mempool, langsung bereaksi. Bot tersebut:
- Memasukkan transaksi sebelum transaksi Buterin dengan menjual sejumlah besar XDB ke dalam pool Uniswap V2, sehingga menekan harga XDB yang akan diterima Buterin.
- Setelah transaksi Buterin dieksekusi, bot membeli XDB kembali dengan harga yang lebih rendah.
- Kemudian, bot menjual XDB tersebut melalui pool likuiditas ketiga untuk menutup siklus dan mendapatkan keuntungan.
Setelah biaya gas, bot hanya memperoleh sedikit keuntungan, tetapi berhasil membuat lelucon mahal dengan mengeksploitasi kelalaian Buterin.
Asal Nama JaredFromSubway.eth
Nama bot ini terinspirasi dari Jared Fogle, mantan juru bicara Subway yang terkenal karena program penurunan berat badan sebelum akhirnya terbukti terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Fogle saat ini menjalani hukuman penjara dengan perkiraan bebas pada tahun 2029. Meskipun memiliki masa lalu yang kontroversial, dunia kripto tetap menggunakan namanya untuk bot MEV ini sebagai bentuk humor gelap.
Catatan: Jared Fogle tidak memiliki kendali atas bot tersebut. Nama tersebut hanya digunakan sebagai referensi oleh pencipta bot.
Pesan untuk Para Trader: Pelajaran dari Serangan Ini
Serangan ini menunjukkan betapa pentingnya memahami MEV, mempool, dan pengaturan slippage dalam bertransaksi di Ethereum. Buterin sendiri, yang terkenal dengan kebiasaan mendonasikan token airdrop, menjadi korban karena pengaturan slippage yang terlalu permisif.
Para trader disarankan untuk:
- Menghindari pengaturan amountOutMin yang terlalu longgar.
- Memperhatikan pergerakan harga dan likuiditas sebelum mengeksekusi transaksi besar.
- Menggunakan mekanisme perlindungan seperti flashbots untuk menghindari serangan MEV.
"Jika Vitalik Buterin bisa diserang sandwich, siapa pun juga bisa. Ini saat yang tepat untuk belajar tentang MEV, mempool, dan cara menghentikan donasi tidak disengaja kepada bot."
Implikasi Lebih luas dari Serangan MEV
Serangan ini bukan sekadar lelucon. Ini menunjukkan bahwa ekosistem Ethereum masih rentan terhadap eksploitasi oleh bot MEV. Meskipun Buterin adalah salah satu tokoh terkemuka di dunia kripto, ia tetap menjadi korban karena ketidaktahuan atau kelalaian dalam pengaturan transaksi.
Para pengembang dan trader diharapkan untuk lebih waspada dan memahami risiko yang terkait dengan MEV. Dengan meningkatnya aktivitas di jaringan Ethereum, serangan semacam ini kemungkinan akan terus terjadi jika tidak ada tindakan pencegahan yang memadai.