Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) saat ini tengah bernegosiasi untuk membeli fasilitas penahanan imigrasi siap pakai dari vendor terbesarnya. Langkah ini diambil setelah rencana renovasi cepat gudang-gudang menjadi pusat penahanan skala besar mendapat penolakan keras dari masyarakat dan pejabat lokal.
Perubahan strategi ini menandai pergeseran kebijakan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), yang kini ingin memiliki sendiri fasilitas penahanan. Sebelumnya, ICE banyak menyewa tempat dari jaringan swasta yang sempat menampung lebih dari 70.000 tahanan pada awal tahun ini.
Rencana Konsolidasi Fasilitas Skala Nasional
CEO CoreCivic, Patrick Swindle, dalam panggilan investor pada Kamis (11/7), mengungkapkan visi jangka panjang ICE untuk membangun jaringan nasional yang mengonsolidasikan tahanan di fasilitas lebih besar. Hal ini memungkinkan layanan yang lebih terpadu di seluruh negeri.
CoreCivic, yang saat ini menyewakan sekitar seperempat tempat tidur tahanan ICE, juga tengah berdiskusi untuk menjual beberapa fasilitas siap pakai kepada ICE. Sementara itu, GeoGroup, salah satu vendor terbesar ICE, juga terlibat dalam pembicaraan serupa.
George Zoley, Ketua dan CEO GeoGroup, menyatakan, "Kami dapat dengan hormat mengakui bahwa kami telah berdiskusi dengan ICE mengenai kemungkinan penjualan beberapa fasilitas, dengan syarat kesepakatan harga dan pengelolaan jangka panjang tetap dipertahankan."
Zoley menambahkan bahwa pembicaraan masih berlangsung dinamis dan penjualan bisa terjadi pada kuartal kedua atau ketiga tahun ini.
Penolakan terhadap Rencana Renovasi Gudang
Strategi pembelian ini melanjutkan rencana ICE yang telah membeli 11 gudang untuk dijadikan pusat penahanan skala besar. Namun, hingga kini, tidak satupun fasilitas tersebut beroperasi karena mendapat penolakan keras.
Penolakan datang dari pejabat terpilih Partai Republik, aktivis lokal, hingga gugatan hukum. Dua gudang yang direncanakan dibuka untuk tahanan kini terhenti karena gugatan lingkungan di Hagerstown, Maryland. Sementara itu, proyek renovasi gudang di Surprise, Arizona, yang berkapasitas ribuan tempat tidur, juga diberhentikan paksa beberapa hari lalu akibat gugatan dari pemerintah negara bagian.
Sumber yang mengetahui diskusi ini menyebutkan, ada kemungkinan beberapa gudang yang telah dibeli akan dijual kembali.
Perkembangan Terbaru dan Tanggapan
Zoley menyatakan, "Saat ini, proyek gudang telah dihentikan sementara, dan DHS tengah mengevaluasi cara untuk melanjutkan inisiatif ini guna meningkatkan kapasitas penahanan yang terpusat."
GeoGroup juga mengungkapkan bahwa ICE berencana membeli 10 fasilitas siap pakai. Saat ini, ICE memiliki sekitar 200 fasilitas penahanan di seluruh negeri, ditambah ruang tahanan di penjara lokal melalui kerja sama.
Pemerintahan sebelumnya pernah menetapkan target kapasitas 100.000 tempat tidur. Namun, DHS belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar mengenai perkembangan terbaru ini.