Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang terbagi secara politik pada Kamis (16/5) memutuskan untuk memperpanjang tidak terbatas pembekuan terhadap pembatasan ketat distribusi pil aborsi mifepriston. Keputusan ini dikeluarkan sementara proses hukum atas obat tersebut masih berjalan.
Keputusan ini dinilai penting karena memberikan kepastian hukum bagi apotek, perusahaan telemedisin, dan klinisi yang terlibat dalam penggunaan pil aborsi melalui layanan daring dan pengiriman pos. Saat ini, lebih dari 60% aborsi di sistem kesehatan AS dilakukan melalui resep telemedisin dan pengiriman obat melalui pos.
Dua Hakim Menolak Keputusan
Hakim Samuel Alito dan Clarence Thomas menyatakan ketidaksetujuan terhadap keputusan mayoritas ini. Sebelumnya, Alito telah dua kali menerbitkan pembekuan terhadap keputusan Pengadilan Banding AS Sirkit 5 yang mewajibkan pasien untuk bertemu langsung dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mendapatkan obat tersebut.
Perusahaan Farmasi dan Industri Obat Berargumen
Produsen obat Danco Laboratories dan GenBioPro telah meminta Mahkamah Agung untuk memulihkan akses terhadap mifepriston melalui resep telemedisin dan pengiriman pos. Kasus ini juga menarik perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk Kongres, jaksa agung negara bagian, dan pemerintah lokal yang terbelah dalam isu aborsi.
Sebuah kelompok mantan komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) serta asosiasi industri farmasi PhRMA berargumen bahwa keputusan Pengadilan Banding Sirkit 5 dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi sistem persetujuan obat secara keseluruhan. Mereka khawatir keputusan tersebut membuka peluang bagi negara bagian mana pun untuk menantang keputusan FDA lainnya.
Dasar Hukum yang Ditentang
Louisiana menjadi pihak yang memulai kasus ini dengan menantang aturan pemerintahan Biden yang memperluas akses terhadap mifepriston. Negara bagian tersebut berargumen bahwa aturan tersebut melemahkan undang-undang yang melindungi kehidupan manusia yang belum lahir dan menyebabkan Louisiana mengeluarkan dana Medicaid untuk perawatan darurat bagi wanita yang mengalami efek samping akibat penggunaan mifepriston.
Catatan editor: Ini adalah berita yang sedang berkembang. Pembaruan lebih lanjut akan disampaikan segera.