Bursa Kripto Terlambat Tanggapi Runtuhnya RAVE

Bursa kripto ternama, Binance, Gate.io, dan Bitget, membuka investigasi menyusul runtuhnya token RAVE milik RaveDAO yang nilainya mencapai $6 miliar akhir pekan lalu. Sebelum anjlok, token bertema musik live ini mencatat volume perdagangan harian hingga $300 juta dengan kapitalisasi pasar $6,7 miliar dan harga puncak $27.

Namun, dalam hitungan hari, harga RAVE terjun hingga -97%. Sebelum keruntuhan terjadi, penyelidik on-chain ZachXBT telah memperingatkan adanya aktivitas pump and dump yang dilakukan oleh pihak internal RaveDAO. Ia menuding tim RaveDAO mengendalikan lebih dari 90% pasokan token yang dialokasikan ke tiga dompet terkait tim inti.

Kronologi Keruntuhan RAVE

  • 18 April 2026, 07:26 UTC: ZachXBT meminta Binance, Bitget, dan Gate.io untuk menyelidiki manipulasi pasar RAVE dan menawarkan hadiah $10.000 bagi siapa pun yang memberikan bukti.
  • 10:56 UTC: Ia kembali mengunggah bukti-bukti manipulasi dan meningkatkan hadiah menjadi $25.000.
  • CEO OXK Star Xu turut menambahkan hadiah $25.000 untuk whistleblower.
  • Binance, Bitget, dan Gate.io akhirnya mengumumkan investigasi setelah desakan ZachXBT.

“Bursa perlu bertindak lebih cepat dalam menangani manipulasi pasar. Meskipun respons akhirnya datang, sulit dipercaya aktivitas ini tidak terdeteksi internal sebelum saya mengungkapkannya ke publik.” — ZachXBT

Menurut ZachXBT, harga RAVE sudah mulai runtuh sebelum bursa mengumumkan investigasi. Ia juga menegaskan bahwa aktivitas mencurigakan terjadi di Binance, Bitget, dan Gate.io.

RaveDAO Bantah Terlibat dalam Keruntuhan

RaveDAO adalah proyek venue musik yang memberikan NFT kepada peserta konser sambil menyumbangkan sebagian hasil ke amal. Setelah keruntuhan token, RaveDAO menyatakan bahwa timnya tidak terlibat dalam pergerakan harga tersebut.

RaveDAO juga mengumumkan rencana untuk melikuidasi sebagian token yang belum terkunci guna mendanai operasional, perekrutan global, pemasaran, akuisisi strategis, dan upaya filantropi. Proyek ini mengklaim memiliki tiga tokoh utama di baliknya: Yemu Xu, Felix Xu, dan Ronald Elliot Yung.

ZachXBT gagal mendapatkan respons dari Yemu Xu di platform X beberapa hari sebelum keruntuhan. Sementara itu, unggahan Felix Xu saat ini bersifat pribadi, dan baik Yemu Xu maupun Yung belum aktif sejak Februari 2026.

Latar Belakang Tokoh di Balik RaveDAO

  • Yemu Xu: Co-founder ARPA Network dan Bella Protocol, serta duta besar untuk majalah lingkungan Ocean Geographic.
  • Felix Xu: Juga co-founder ARPA Network dan Bella Protocol.

Dampak dan Kritik terhadap Bursa Kripto

Keterlambatan bursa dalam menangani kasus RAVE menuai kritik keras dari ZachXBT. Ia menekankan bahwa intervensi lebih cepat sangat penting untuk mencegah kerugian lebih besar bagi investor.

Sementara itu, RaveDAO tetap pada pendiriannya bahwa tim tidak bertanggung jawab atas anjloknya harga token. Namun, dengan investigasi yang tengah berlangsung, masa depan proyek ini masih menjadi tanda tanya besar.

Sumber: Protos