Iran Menyerang 'Minyak Digital' dalam Propaganda Perang

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, melontarkan kritik keras terhadap perdagangan kripto sebagai "vibe-trading digital oil" di tengah ketegangan geopolitik yang memanas. Dalam pidatonya, ia juga menyerang obligasi AS, menunjukkan bagaimana pasar keuangan kini menjadi bagian dari perang propaganda.

Dari Kritik terhadap Harga ke Senjata Politik

Di permukaan, kritikan Ghalibaf tampak sebagai serangan terhadap spekulasi harga minyak. Namun, makna yang lebih dalam adalah bagaimana aktor negara memanfaatkan pasar crypto untuk menyuarakan pesan politiknya. Minyak telah lama menjadi simbol kekuatan militer, inflasi, dan pengaruh politik. Kini, risiko tersebut juga diekspresikan melalui pasar crypto yang beroperasi 24/7.

Menurut data CryptoSlate pada akhir Maret, pasar minyak yang terpapar geopolitik meningkat pesat karena ketegangan di luar jam perdagangan bursa tradisional. Ketika pasar tradisional tutup, crypto menjadi pilihan utama bagi para pedagang.

Selat Hormuz: Titik Krusial yang Menghubungkan Crypto dan Minyak

Serangan terhadap crypto sebagai "minyak digital" tidak bisa dilepaskan dari posisi strategis Selat Hormuz. Data dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa pada 2025, sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati selat ini—seperempat dari perdagangan minyak laut global. Sementara itu, US Energy Information Administration mencatat bahwa aliran minyak melalui Hormuz menyumbang seperempat dari perdagangan minyak laut dunia dan seperlima konsumsi minyak global.

Gangguan di selat ini dapat memicu kenaikan harga bahan bakar, biaya pengiriman, ekspektasi inflasi, hingga ketegangan pasar yang lebih luas. Ghalibaf sendiri telah menggunakan bahasa pasar dalam konflik ini. Baru-baru ini, ia memperingatkan bahwa tekanan AS terhadap Hormuz akan membuat warga AS "merindukan masa ketika bensin lebih murah".

Bitcoin Masuk dalam Perselisihan Geopolitik

Iran juga sempat membahas pembayaran Bitcoin untuk pengiriman kapal tanker, menarik Bitcoin langsung ke dalam perdebatan tentang titik kritis geopolitik. Kritik terhadap "minyak digital" hari ini melanjutkan pola tersebut. Dengan berbicara dalam bahasa harga, Iran menunjukkan bahwa crypto kini semakin dekat dengan pusat sinyal pasar global.

Masa Depan Pasar Crypto dalam Konflik Geopolitik

Mekanisme utama di sini sederhana namun kuat: pasar crypto yang beroperasi tanpa henti kini ikut membentuk reaksi pertama terhadap ketegangan geopolitik. Ketika bursa tradisional tutup, crypto menjadi pilihan utama bagi para pedagang untuk mengekspresikan risiko dan ketidakpastian.

"Pasar crypto yang tetap buka saat akhir pekan perang mulai membentuk reaksi pertama terhadap ketegangan geopolitik."

Implikasi Lebih Luas bagi Ekonomi Global

Perkembangan ini menunjukkan bahwa crypto tidak lagi hanya tentang spekulasi atau pembayaran alternatif. Ia kini telah menjadi bagian dari instrumen keuangan yang memengaruhi harga komoditas strategis seperti minyak. Ketika aktor negara mulai berbicara dalam bahasa pasar crypto, hal ini menandakan pergeseran besar dalam cara risiko global dikelola dan dikomunikasikan.