Tinder Luncurkan Fitur Verifikasi Foto

Tinder mengumumkan pada tahun lalu bahwa mereka akan menerapkan verifikasi foto wajib bagi pengguna baru di Amerika Serikat. Sistem yang disebut Face Check ini mewajibkan pengguna untuk mengunggah video selfie yang kemudian dibandingkan dengan foto profil yang diunggah.

Meskipun langkah ini dianggap sebagai kemajuan dibandingkan sistem lama yang bersifat opsional, ternyata sistem ini memiliki kelemahan serius. Baru-baru ini, jurnalis Christophe Haubursin menemukan pola aneh pada profil pengguna Tinder. Dari sembilan foto profil, delapan foto menunjukkan satu orang, sementara satu foto lainnya adalah versi seni dari orang yang berbeda—misalnya wajah yang tertanam dalam lukisan atau mural.

Celah dalam Sistem Verifikasi Tinder

Haubursin melakukan pencarian gambar terbalik dan menemukan bahwa delapan foto pertama berasal dari satu orang dengan identitas berbeda. Ia menduga sistem Face Check hanya memerlukan satu foto yang cocok dengan video selfie untuk menetapkan status 'terverifikasi', meskipun delapan foto lainnya berasal dari orang yang berbeda.

Setelah menguji hipotesisnya, Haubursin membuktikan bahwa profil hanya perlu memiliki satu foto yang cocok dengan video selfie untuk mendapatkan status terverifikasi, bahkan jika delapan foto lainnya berasal dari orang yang berbeda. Lebih mengejutkan lagi, banyak dari profil tersebut dimiliki oleh penipu crypto.

Risiko bagi Pengguna dan Tinder

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius. Pengguna yang melihat profil dengan status 'terverifikasi' mungkin tidak menyadari bahwa sistem ini tidak benar-benar memverifikasi seluruh foto profil. Hal ini berisiko bagi keselamatan pengguna dan juga berpotensi menimbulkan tanggung jawab hukum bagi Tinder.

Pengguna mungkin mengandalkan klaim Tinder tentang profil terverifikasi dan akhirnya kehilangan uang atau mengalami kerugian lainnya. Kasus seperti Estate of Bride v. YOLO Technologies, Inc. (2024) menunjukkan bahwa Section 230 mungkin tidak melindungi platform yang menjanjikan langkah keamanan tetapi tidak menerapkannya dengan benar.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk menghindari penipuan di aplikasi kencan:

  • Periksa konsistensi foto profil: Pastikan semua foto profil menunjukkan orang yang sama dengan karakteristik yang serupa.
  • Gunakan pencarian gambar terbalik: Gunakan layanan seperti Google Images atau Yandex untuk memeriksa apakah foto profil berasal dari sumber yang berbeda.
  • Waspadai profil terverifikasi palsu: Jangan langsung percaya pada status 'terverifikasi' tanpa melakukan verifikasi tambahan.
  • Hindari berbagi informasi pribadi: Jangan mudah memberikan data sensitif seperti alamat, nomor rekening, atau informasi keuangan kepada calon pasangan di aplikasi kencan.

Tanggapan Tinder Belum Diketahui

Haubursin telah menghubungi Tinder untuk klarifikasi, namun hingga saat ini belum menerima tanggapan resmi. Sistem verifikasi foto yang lemah ini menunjukkan bahwa pengguna perlu lebih kritis dalam menilai profil di aplikasi kencan.

Sumber: Reason