WASHINGTON — Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, gagal memberikan jawaban jelas mengenai alasan Pentagon membutuhkan anggaran militer senilai $1,5 triliun pada tahun depan. Permintaan dana yang diajukan pemerintah Trump kepada Kongres ini menjadi sorotan dalam sidang anggaran di Senat dan DPR pekan ini.

Hegseth dan pejabat Pentagon lainnya hanya memberikan pernyataan umum tanpa detail konkret tentang ancaman yang memerlukan dana sebesar itu. Dalam siaran pers pasca-sidang, Pentagon justru menyampaikan pernyataan yang terkesan klise, seperti:

"Anggaran ini memastikan Amerika Serikat tetap memiliki militer paling kuat dan mampu di dunia, seiring dengan kompleksitas ancaman di berbagai wilayah."

Pernyataan lain yang disampaikan adalah:

"Kami sedang menghidupkan mesin ekonomi Amerika, dari tingkat industri pertahanan hingga lini depan. Setiap kebijakan dan permintaan anggaran kami bertujuan untuk meningkatkan daya tempur dan ketahanan pasukan, dari medan perang hingga pabrik."

Alih-alih menyajikan rencana terperinci, pernyataan tersebut lebih menyerupai jargon korporat dan retorika kampanye daripada strategi yang terukur. Hal ini memunculkan pertanyaan: Apakah Hegseth pernah menggunakan kata "terfokus" tanpa kata "laser" sebelumnya?

Senator Mark Kelly (D-Arizona), mantan pilot tempur Angkatan Laut AS yang kerap berselisih dengan Hegseth, menyoroti masalah ini dalam sidang hari Rabu. Ia menekankan pentingnya transparansi anggaran:

"Jika Anda menyusun anggaran, Anda harus menjelaskan: masalah apa yang ingin dipecahkan, kemampuan apa yang dibutuhkan, dan sistem apa yang harus dibeli."

Namun, rencana anggaran Pentagon justru tidak memberikan jawaban tersebut. Sebagai gantinya, mereka mengajukan alokasi $23 miliar untuk "kapabilitas kritis yang dibutuhkan pejuang" dan $46 miliar untuk dana "infrastruktur kecerdasan buatan yang berdaulat". Dana terakhir disebutkan akan digunakan untuk "investasi strategis" di perusahaan swasta, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai perusahaan mana yang terlibat atau bagaimana alokasi dana tersebut diputuskan.

Menurut Kelly, alokasi dana tersebut terkesan "ditarik dari udara". Ia menambahkan,

"Angka $1,5 triliun ini perlu dikaji ulang."

Anggaran sebesar itu juga mencatat sejarah baru. Ketika disesuaikan dengan inflasi, anggaran Pentagon tahun depan akan melampaui semua anggaran militer terbesar dalam sejarah Amerika, termasuk saat Perang Dunia II dan Perang Dingin. Anggaran ini juga meningkat sebesar 45% dari tingkat saat ini, yang sudah 18% lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.

Menurut pengamat dari Taxpayers for Common Sense, jika ditambah dengan anggaran tambahan untuk perang di Iran, total pengeluaran militer Amerika bisa menggandakan diri dalam dua tahun. Perlu dicatat, anggaran $1,5 triliun ini belum termasuk biaya perang yang sedang berlangsung di Iran.

Sumber: Reason