Perusahaan hiburan global, Disney, mengumumkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal kedua tahun fiskal 2024. Pendapatan perusahaan mencapai $25,2 miliar, meningkat sebesar 7% secara tahunan. Laba bersih disesuaikan juga tumbuh, mencatatkan $1,57 per saham, melampaui perkiraan Wall Street yang memprediksi pendapatan sebesar $24,9 miliar dengan laba $1,50 per saham.
CEO Disney, Josh D’Amaro, yang baru menjabat pada awal tahun ini, segera menetapkan strategi tiga pilar untuk memimpin perusahaan di tengah persaingan industri hiburan yang dinamis. Strategi tersebut meliputi:
- Investasi pada IP (Intellectual Property) yang mampu menembus pasar, membangun koneksi, dan bertahan lama;
- Mencapai dan melibatkan konsumen dengan cara yang lebih seamless dan menarik;
- Memanfaatkan teknologi mutakhir, termasuk artificial intelligence (AI), untuk memperkuat narasi cerita dan meningkatkan monetisasi serta pengembalian investasi.
D’Amaro menekankan posisi unik Disney di industri hiburan global, dengan peluang pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Ia juga mengakui tantangan yang dihadapi, seperti perubahan cepat dalam teknologi dan model bisnis, namun yakin Disney memiliki keunggulan struktural yang memungkinkan perusahaan mendorong nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Kinerja Keuangan Kuartal II: Pertumbuhan Didorong Taman Hiburan dan Streaming
Pendapatan Disney pada kuartal kedua meningkat berkat pertumbuhan signifikan di dua segmen utama: taman hiburan dan layanan streaming. Meskipun demikian, kenaikan biaya hak siar olahraga dan pengeluaran pemasaran sedikit menekan profitabilitas. Laba operasional perusahaan naik 4% menjadi $4,6 miliar, sementara laba bersih mencapai $2,25 miliar.
Untuk kuartal ketiga, Disney memperkirakan pendapatan operasional total akan mencapai sekitar $5,3 miliar. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan laba per saham disesuaikan sebesar dua digit pada tahun fiskal 2027.
Dalam rencana jangka panjang, Disney menargetkan pertumbuhan laba per saham sebesar 12% pada tahun fiskal 2026 dan berencana melakukan share repurchase senilai minimal $8 miliar.
Kolaborasi dengan Epic Games Tetap Jadi Fokus Strategis
Meskipun unit permainan Disney belum menjadi sumber pendapatan utama, perusahaan tetap memandang kolaborasi senilai $1,5 miliar dengan Epic Games—pengembang Fortnite—sebagai langkah strategis untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan konsumen. Keduanya tengah mengembangkan ekosistem baru yang memungkinkan pengguna bermain, menonton, berbelanja, dan terlibat dengan konten serta karakter dari Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, Avatar, dan lainnya.
Disney juga menyoroti popularitas kolaborasi The Simpsons di Fortnite, yang berhasil mencatatkan 780 juta jam bermain oleh lebih dari 80 juta pemain unik.
Tantangan dan Fokus ke Depan
Sejak mengambil alih kepemimpinan, D’Amaro telah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pembatalan kemitraan AI dengan OpenAI dan pemutusan hubungan kerja di Epic Games pada minggu pertamanya. Baru-baru ini, ia juga harus menangani ketegangan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan pembawa acara late-night Jimmy Kimmel, meskipun Disney memilih untuk tidak terlibat secara langsung.
Di tengah dinamika tersebut, D’Amaro tetap fokus pada prioritas utama perusahaan, termasuk menjadikan Disney+ sebagai digital centerpiece atau pusat digital utama Disney. Ia yakin langkah-langkah strategis yang diambil akan membawa perusahaan menuju pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.