Kritik Elizabeth Warren terhadap World Liberty Financial

Senator AS dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, melontarkan kritik keras terhadap World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didirikan oleh keluarga mantan Presiden Donald Trump. Kritik ini muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa World Liberty Financial pernah bekerja sama dengan AB, sebuah proyek blockchain yang memiliki keterkaitan dengan kelompok kriminal yang disanksi pemerintah AS.

Keterkaitan AB dengan Jaringan Pencucian Uang

AB diketahui terhubung dengan Prince Group, kelompok yang diduga menjalankan operasi penipuan kripto dan perdagangan manusia di Kamboja. Dua pria yang terkait dengan AB pernah disanksi oleh pemerintah AS karena dugaan keterkaitan mereka dengan Prince Group. Meskipun demikian, AB menyatakan bahwa jaringan tersebut tidak terlibat dalam aktivitas kriminal dan telah memecat kedua pria tersebut dari proyek.

Laporan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project dan Guardian Australia pada April lalu juga menyebutkan bahwa tidak ada dana ilegal yang mengalir ke proyek resort yang melibatkan kedua pria tersebut. Hingga saat ini, kedua pria tersebut juga belum didakwa atas tindak pidana apa pun.

Pernyataan Elizabeth Warren

Dalam unggahan di platform X pada Kamis, Warren menulis,

"Saat keluarga Trump hanya memikirkan diri sendiri, Kongres perlu memastikan undang-undang aset digital melindungi keamanan nasional kita."

Komentar Warren ini menunjukkan bahwa lawan politik Trump semakin sering menggunakan isu kripto untuk menyerangnya menjelang pemilihan tengah periode (midterm) pada November mendatang. Hal ini juga mencerminkan persaingan politik yang semakin sengit di tengah meningkatnya pengaruh industri kripto dalam politik AS.

World Liberty Financial dalam Sorotan

World Liberty Financial, yang diluncurkan pada 2024, didirikan oleh anggota keluarga Trump, termasuk ketiga putranya, serta anak-anak pengembang properti miliarder Steve Witkoff. Witkoff sendiri merupakan Duta Khusus AS untuk Timur Tengah. Meskipun demikian, pihak perusahaan dan Gedung Putih menyatakan bahwa Trump dan Witkoff tidak terlibat dalam pengambilan keputusan di perusahaan tersebut.

Belakangan, World Liberty Financial juga terlibat dalam sengketa hukum dengan Justin Sun, tokoh penting dalam industri kripto dan salah satu pendukung terbesar perusahaan tersebut.

Kolaborasi dengan AB dan Kontroversi

Pada November tahun lalu, AB mengumumkan kolaborasi dengan proyek keluarga Trump, yang melibatkan penerapan stablecoin USD1 milik World Liberty Financial di jaringan AB Chain. Namun, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pemegang saham pengendali dan manajer umum salah satu proyek AB—sebuah resort bertema blockchain di Timor-Leste—dipimpin oleh dua pria yang disanksi oleh AS karena dugaan keterkaitan dengan Prince Group.

Prince Group, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun. Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan AB maupun Timor-Leste.

Seorang pengacara World Liberty Financial mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa perusahaan tersebut tidak pernah memiliki hubungan dengan individu yang disanksi dan tidak mengetahui rencana pembangunan resort tersebut saat mengumumkan kerja sama dengan AB. Menurut pengacara tersebut, kerja sama tersebut bukanlah kemitraan, melainkan "integrasi teknologi terbatas dan tidak eksklusif". Ia juga menambahkan bahwa due diligence yang dilakukan World Liberty Financial sudah sesuai dengan sifat kerja sama tersebut.

Dampak terhadap Industri Kripto

Menurut data Follow The Crypto, industri kripto telah menghabiskan lebih dari $319 juta untuk memengaruhi pemilihan umum 2026. Hal ini menunjukkan semakin besarnya pengaruh kripto dalam politik AS, sekaligus meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan aset digital untuk kegiatan ilegal.

Sumber: DL News