Email Internal Amazon Menyingkap Praktik Kolusi Harga
Email internal Amazon yang baru saja dibuka untuk umum mengungkap praktik kolusi rahasia dengan para kompetitor untuk menaikkan harga berbagai produk di internet, mulai dari popok, pakaian, hingga furnitur. Tuduhan ini disampaikan oleh Jaksa Agung California, Rob Bonta, dalam konferensi pers pada Senin (15/7).
Cara Kerja Kolusi Harga Amazon
Menurut Bonta, Amazon dan kompetitor secara sengaja menghentikan praktik penyesuaian harga satu sama lain. Dengan demikian, satu pedagang menaikkan harga, dan pedagang lain mengikuti untuk menyesuaikan harga yang lebih tinggi. Akibatnya, kedua belah pihak menjual dengan harga yang sama tinggi, meningkatkan keuntungan, namun konsumen harus membayar lebih mahal.
"Amazon dan kompetitor saling tahu bahwa mereka tidak akan menyesuaikan harga, sehingga satu pihak menaikkan harga terlebih dahulu, dan pihak lain mengikuti. Konsumen akhirnya membayar harga yang lebih tinggi," kata Bonta.
Tuduhan Pelanggaran Hukum Persaingan Usaha
Email-email ini muncul dalam gugatan yang diajukan negara bagian California pada tahun 2022. Gugatan tersebut menuduh Amazon menyalahgunakan pengaruh besarnya sebagai pengecer terbesar di dunia untuk menekan vendor agar menaikkan harga di platform e-commerce pesaing atau bahkan menghapus produk dari platform yang lebih murah.
Menurut The New York Times, email-email ini memberikan gambaran langka tentang cara kerja raksasa e-commerce senilai $2,66 triliun ini. Praktik yang diungkap dianggap melanggar hukum persaingan usaha dan merugikan konsumen.
Dampak bagi Konsumen dan Pasar
Praktik ini diduga telah menyebabkan:
- Kenaikan harga yang tidak wajar pada berbagai produk sehari-hari;
- Pembatasan pilihan konsumen karena produk dihapus dari platform yang lebih murah;
- Peningkatan keuntungan bagi Amazon dan kompetitor, sementara konsumen dirugikan.
"Amazon memiliki pengaruh besar dalam pasar e-commerce. Praktik ini tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga melanggar prinsip persaingan usaha yang sehat," tegas Bonta.
Tanggapan Amazon
Hingga saat ini, Amazon belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan ini. Gugatan masih berlangsung, dan proses hukum diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.