Evan Rachel Wood mengungkapkan bahwa dirinya masih merasa terancam dengan penguntitan mobil dan upaya peretasan komputer bertahun-tahun setelah ia menuduh mantan pasangannya, Marilyn Manson, melakukan pelecehan seksual dan grooming saat dirinya berusia remaja. Manson, yang memiliki nama asli Brian Warner, sebelumnya membantah tuduhan tersebut.

Wood membagikan pengalaman pahitnya dalam wawancara eksklusif dengan The Times of London yang dipublikasikan Jumat (14/6). Tuduhan tersebut pertama kali ia sampaikan secara terbuka di Instagram pada 2021. Namun, karena batas waktu hukum (statute of limitations), ia tidak dapat menuntut Manson secara pidana.

Dalam wawancara tersebut, Wood mengungkapkan bagaimana Manson mengendalikan hidupnya. "Dia mengontrol kapan saya tidur, pakaian yang saya kenakan, hingga waktu makan saya. Ia bahkan menyuruh asistennya mengikuti saya dan mengirimkan foto aktivitas saya agar ia tahu keberadaan saya," kata Wood. Ia juga menambahkan bahwa Manson memiliki banyak dukungan.

"Lingkaran dan pengikutnya beroperasi layaknya kultus. Anda melawan sistem besar, yang membuatnya dua kali lebih sulit untuk pergi dan dua kali lebih menakutkan untuk berbicara," ujar Wood. Ia juga mengaku bahwa lingkaran tersebut pernah mencoba melakukan pemerasan terhadapnya.

Meskipun hubungan mereka berakhir 15 tahun lalu, ancaman itu masih terus berlanjut. "Saya masih dikejar-kejar mobil. Saya masih menerima upaya peretasan di komputer. Saya masih mendapatkan panggilan berulang dari nomor tak dikenal," ungkapnya.

Seorang perwakilan Manson belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari TheWrap.

Pada 2021, Wood menulis pernyataan di Instagram yang menyebutkan, "Nama pelaku saya adalah Brian Warner, yang dikenal dunia sebagai Marilyn Manson. Ia mulai memanipulasi saya saat saya masih remaja dan melakukan pelecehan mengerikan selama bertahun-tahun. Saya dibrainwashing dan dimanipulasi hingga tunduk. Saya tidak lagi takut terhadap ancaman balas dendam, pencemaran nama baik, atau pemerasan. Saya di sini untuk mengungkapkan kebenaran tentang pria berbahaya ini dan menuntut industri yang telah melindunginya agar tidak merusak lebih banyak nyawa. Saya berdiri bersama para korban yang kini tidak lagi diam."

Menanggapi tuduhan tersebut, Manson menyatakan, "Hubungan intim saya selalu berdasarkan kesukarelaan dengan pasangan yang memiliki pemikiran serupa. Terlepas dari bagaimana dan mengapa orang lain memilih untuk memutarbalikkan masa lalu, itulah kenyataannya."

Wood dan Manson pertama kali bertemu saat ia berusia 18 tahun, sementara Manson berusia akhir 30-an. Mereka menjalin hubungan on-off dari 2006 hingga 2011, dan sempat bertunangan pada 2010.

Wood juga pernah memberikan kesaksian di hadapan Kongres pada 2018 untuk mendukung disahkannya Sexual Assault Survivors’ Bill of Rights di seluruh 50 negara bagian AS. "Harga diri dan semangat saya hancur. Saya sangat ketakutan, dan ketakutan itu masih melekat hingga hari ini. Yang membuat saya lebih sakit dan marah daripada pelecehan itu sendiri adalah hilangnya bagian diri saya yang telah dicuri, yang mengubah jalan hidup saya," tuturnya.

Wood juga terlibat dalam dokumenter terbaru berjudul The Narcissist’s Playbook, yang mengupas lebih dalam tentang manipulasi dan pengendalian dalam hubungan toxic.

Sumber: The Wrap