MSNBC Mengecek Kebenaran Klaim Statistik FBI Kash Patel
Pada Kamis (20/6), MSNBC menghadirkan Ken Dilanian, koresponden bidang Kehakiman dan Intelijen, serta Michael Feinberg, mantan Asisten Direktur Khusus FBI, untuk memverifikasi klaim statistik yang kerap disampaikan oleh Direktur FBI Kash Patel selama masa jabatannya.
Dilanian menyebut data yang disampaikan Patel sebagai "pada dasarnya bohong". Menurutnya, klaim Patel bahwa FBI menangkap dua kali lebih banyak pelaku kejahatan berat pada 2025 dibandingkan masa pemerintahan Biden pada 2024 tidak akurat.
"Patel mengubah kebijakan sehingga FBI mulai menghitung penangkapan di mana agen FBI hadir, tetapi penangkapan dan penyelidikan utama dilakukan oleh lembaga lain," jelas Dilanian. "Statistik ini tidak mencerminkan peningkatan jumlah tersangka yang berhasil ditangkap."
Manipulasi Daftar Buronan FBI
Dilanian juga mengkritik cara Patel dalam mengelola daftar buronan FBI. Patel kerap membanggakan pencapaiannya dalam menangkap buronan dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Namun, menurut Dilanian, FBI sengaja menempatkan buronan yang diketahui akan segera ditangkap ke dalam daftar tersebut.
"Dari enam buronan yang berhasil ditangkap selama masa Patel, empat di antaranya ditangkap dalam waktu satu bulan setelah dimasukkan ke daftar. Dua ditangkap dalam sehari, bahkan satu dalam waktu satu jam di Meksiko," ungkapnya.
"Statistik ini tidak masuk akal. Patel mengklaim pencapaian yang sebenarnya bukan milik FBI," tambah Dilanian.
Feinberg: FBI Hanya Mengambil Kredit dari Lembaga Lain
Feinberg, mantan pejabat FBI, menyatakan tidak terkejut dengan temuan Dilanian. Ia menambahkan bahwa FBI hanya memperluas kategori yang dihitung untuk menaikkan angka pencapaian.
"Mereka hanya memperbesar kategori yang dihitung dan, tanpa basa-basi, mengambil kredit atas pekerjaan lembaga negara dan lokal," ujar Feinberg.
Ia juga menyoroti klaim Patel tentang penurunan tingkat pembunuhan nasional. Menurut Feinberg, pembunuhan umumnya bukan merupakan kejahatan federal, sehingga FBI tidak memiliki peran signifikan dalam hal tersebut.
"Banyak mantan agen FBI tidak mengerti mengapa tidak ada yang menegur Patel di depan umum. Pembunuhan bukanlah tanggung jawab utama FBI," tegasnya.
Dampak Buruk terhadap Reputasi FBI
Feinberg memperingatkan bahwa manipulasi data oleh Patel dapat merusak reputasi FBI. Menurutnya, setiap kali Patel terbukti tidak jujur, kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum menurun.
"Ketika reputasi FBI menurun, saksi, korban, dan informan enggan bekerja sama dalam investigasi. Tidak ada yang mau mengambil risiko untuk lembaga yang tidak bisa dipercaya," jelas Feinberg.
"Setiap kali Patel terbukti memanipulasi kebenaran, itu merusak reputasi penegakan hukum secara keseluruhan."