Evangeline Lilly, aktris yang dikenal melalui perannya sebagai Janet Van Dyne atau The Wasp dalam film Ant-Man dan Avengers, baru-baru ini melontarkan kritik keras terhadap keputusan Disney yang memutuskan hubungan kerja terhadap 1.000 karyawannya bulan ini. Sebagian besar dari pemutusan hubungan kerja tersebut melibatkan karyawan Marvel.
Lilly menyebut tindakan tersebut sebagai 'kejian dan kejam'. Ia menegaskan bahwa banyak seniman berbakat yang turut membangun Marvel Cinematic Universe kini kehilangan pekerjaan mereka. Kritik ini disampaikan tak lama setelah Disney mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja tersebut.
Menurut laporan, sekitar 8% tenaga kerja Marvel dipangkas dalam pemutusan hubungan kerja besar-besaran ini. Namun, Disney membantah angka tersebut melalui pernyataan kepada TheWrap, menyebut jumlahnya 'jauh lebih kecil'.
Dalam video yang diunggah di Instagram pada Rabu (12/6), Lilly mengungkapkan pengalamannya berbicara dengan Andy Park, seorang seniman yang ikut menciptakan kostum dan konsep asli The Wasp dalam film Ant-Man and the Wasp.
"Saya menghubungi teman baik saya, Andy Park, yang merupakan otak di balik pembuatan kostum The Wasp asli dan konsep gambar untuk film Ant-Man and the Wasp," ujar Lilly. "Saya hanya bertanya, 'Apakah ini benar? Apakah ini benar-benar terjadi?'"
Park kemudian menjawab, "Ya, ini benar. Saya sudah diberhentikan."
Lilly mengaku tidak percaya dengan situasi tersebut. "Saya tidak bisa percaya bahwa Disney tega melepas para seniman yang telah menghidupkan Marvel Universe melalui imajinasi dan bakat mereka," katanya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada Park dan rekan-rekan seniman Marvel lainnya yang kini dianggap 'usang' setelah membangun kerajaan Marvel. "Mereka telah menciptakan dunia yang Anda cintai, dan itu adalah karya manusia," tegasnya.
Dalam pesan internal yang dikirimkan kepada karyawan Disney saat pemutusan hubungan kerja diumumkan, CEO Disney, Josh D’Amaro, menyebut pemangkasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk 'menyederhanakan operasional perusahaan'.
Lilly juga menyoroti tren penggantian seniman manusia dengan teknologi AI. Saat ini, ia tengah menjalani masa hiatus dari dunia akting yang diumumkan sejak awal 2024. "Jika Anda adalah penggemar berat Marvel, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan mereka, mendoakan mereka, dan menghormati para seniman yang telah menciptakan dunia yang Anda cintai," ujarnya kepada pengikut Instagram-nya.
"Itu adalah ciptaan manusia. Karya-karya ini diciptakan oleh manusia dan tidak seharusnya dicuri oleh raksasa teknologi untuk digunakan oleh robot mereka," tambahnya. "Saya pikir ini sangat keji dan mengerikan, dan saya berdiri di sisi para seniman," tegas Lilly. "Andy, saya sangat menyesal, dan saya mencintai kalian semua."
Dalam caption unggahan Instagram-nya, Lilly juga mendesak para pembuat undang-undang di California untuk menetapkan hukum yang melarang penggunaan karya seni manusia dalam bank data AI. "Mengapa mereka berhak mencuri kecemerlangan kami dan menggunakannya untuk memperkaya eksekutif sementara seniman yang memberi makan robot mereka justru kelaparan?"
Lilly menutup dengan pesan penghargaan kepada para seniman Marvel Studios yang telah menghadirkan masa keemasan Marvel. "Saya ada di sana. Saya tahu apa yang telah kalian lakukan. Saya tahu betapa penuh semangat kalian bekerja tanpa lelah untuk menciptakan keajaiban," tulisnya.