Exodus Movement, perusahaan di balik dompet kripto Exodus (NYSE American: EXOD), mengumumkan kerja sama strategis dengan Ultimate Fighting Championship (UFC) dalam acara Exodus Summit di Omaha, Nebraska. Kerja sama ini menandai Exodus sebagai mitra pembayaran resmi UFC, yang akan mulai berlaku pada 1 Juni mendatang.

Kemitraan ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan acara bertajuk "Freedom 250" di halaman Gedung Putih, yang menandai 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Ini merupakan pertama kalinya UFC menggelar acara di lokasi tersebut. Branding Exodus akan terlihat di dalam oktagon, tayangan siaran, dan area aktivasi di venue.

JP Richardson, CEO dan salah satu pendiri Exodus, menekankan dua dimensi utama dalam kerja sama ini: eksposur merek dan kepercayaan. Baginya, kepercayaan bukan sekadar metrik pemasaran, melainkan hasil dari produk yang solid. Konsumen tidak akan mengambil risiko dengan merek yang tidak dikenal ketika menyangkut uang mereka. Dengan jangkauan 700 juta penggemar di 165 negara, UFC menawarkan visibilitas berulang dan berdampak tinggi yang dapat mempercepat pembangunan kepercayaan secara signifikan.

Kerja sama ini bersifat jangka panjang dan menargetkan demografi muda, digital-native, serta crypto-curious — kelompok yang selama ini menjadi fokus Exodus selama lebih dari satu dekade.

Exodus Bertransformasi dari Dompet ke Platform Keuangan

Dalam sesi yang sama, Ain Sonayen, Chief Product Officer Exodus, menyampaikan perubahan paradigma dalam industri dompet digital. Menurutnya, dompet hanyalah titik awal, bukan tujuan akhir. Exodus, yang awalnya lahir sebagai dompet kripto pada 2014, kini berevolusi menjadi platform keuangan terpadu atau "money OS" (sistem operasi uang). Platform ini terdiri dari tiga pilar utama:

  • Stablecoin untuk transaksi sehari-hari: Memudahkan pengguna dalam melakukan pembayaran rutin dengan aset stabil.
  • Kripto untuk kepemilikan aset: Memberikan akses kepada pengguna untuk memiliki dan mengelola aset digital.
  • Utilitas yang diperluas untuk pengguna tingkat lanjut: Menyediakan fitur-fitur canggih bagi mereka yang membutuhkan lebih dari sekadar transaksi dasar.

Exodus Pay, sebagai bagian dari platform ini, kini telah diluncurkan di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat dan direncanakan untuk ekspansi global pada 2026. Pengguna dapat mendanai aplikasi melalui Apple Pay, transfer bank, atau saldo kripto yang sudah ada. Transaksi dapat dilakukan di mana saja yang menerima Visa, termasuk pengiriman peer-to-peer secara gratis dan instan hanya dengan nomor telepon — bahkan untuk penerima yang belum menginstal Exodus.

Self-Custody: Keunggulan Kompetitif di Era Regulasi Ketat

Perbedaan utama Exodus Pay terletak pada model self-custody, di mana kunci pribadi pengguna tetap berada di perangkat mereka. Berbeda dengan produk pembayaran lain yang menyimpan dana pengguna di neraca perusahaan, Exodus memastikan dana tetap di bawah kendali pengguna. Jika suatu perusahaan membekukan akun, dana pengguna akan terhenti. Dengan arsitektur ini, Exodus tidak hanya mematuhi regulasi terbaru seperti GENIUS Act, tetapi juga menawarkan keunggulan kompetitif dalam hal keamanan dan otonomi.

Pasar stablecoin sendiri telah melampaui angka $300 miliar dalam peredaran pada awal tahun ini, menunjukkan potensi besar bagi platform keuangan yang mengintegrasikan aset digital stabil ini.