Hakim Tolak Upaya Ambilalih Lapangan Golf Publik
Seorang hakim federal pada Senin (12/8) menolak rencana pemerintahan Trump untuk mengambilalih dan merenovasi Lapangan Golf East Potomac di Washington, D.C. Hakim Ana Reyes dari Pengadilan Distrik AS menyatakan bahwa pemerintah gagal memberikan jaminan hukum atas proyek tersebut.
Perdebatan di Ruang Sidang
Dalam sidang darurat yang diminta oleh DC Preservation League, Reyes menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat melakukan pembongkaran besar-besaran tanpa persetujuan pengadilan. "Kami tidak bisa membiarkan buldoser menebang pohon tanpa pemberitahuan terlebih dahulu," ujar Reyes. Ia menekankan bahwa setiap rencana penebangan lebih dari 10 pohon harus disetujui oleh pengadilan.
Pengacara DC Preservation League menyoroti ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Trump, terutama setelah presiden sebelumnya secara sepihak mengambilalih Kennedy Center tanpa proses hukum yang jelas. Ketika hakim menanyakan apakah lapangan golf akan ditutup, pengacara pemerintah hanya menjawab, "Belum ada pemberitahuan resmi, tetapi masih dalam pertimbangan."
"Saya tidak mendengar jawaban 'TIDAK', Yang Mulia!" sela pengacara penggugat. Pemerintah beralasan bahwa mereka akan mematuhi aturan, namun hakim menerima bukti berupa foto papan pemberitahuan penutupan di lapangan golf. Pihak pemerintah tidak dapat menjelaskan keberadaan tanda tersebut.
Kekhawatiran atas Tindakan Mendadak
Reyes menyatakan kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump mungkin akan melakukan tindakan sepihak terhadap lapangan golf. Laporan NOTUS sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah berencana melakukan pembersihan lahan dan renovasi besar-besaran, dengan arsitek golf ternama Tom Fazio sudah dipilih. Meskipun pemerintah menyangkal rencana tersebut, DC Preservation League segera mengajukan gugatan darurat untuk mencegah konstruksi.
Catatan Sejarah Kontroversi Trump
DC Preservation League memiliki alasan kuat untuk tidak percaya pemerintahan Trump. Presiden sebelumnya pernah membongkar East Wing Gedung Putih tanpa izin hukum untuk proyek ballroom, meskipun sebelumnya menyatakan tidak akan melakukan perubahan besar. Ia juga pernah menamai gedung-gedung pemerintah dengan namanya tanpa persetujuan kongres atau hukum.
Keputusan hakim pada Senin mungkin hanya menunda, bukan menghentikan, rencana Trump untuk mengubah fasilitas publik di Washington. Presiden tampaknya bertekad untuk membentuk ulang kota sesuai visinya, terlepas dari penolakan warga atau putusan pengadilan.
"Pemerintahan Trump memiliki catatan buruk dalam menghormati proses hukum. Keputusan hakim hari ini menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan wewenang."