Influencer dan Sponsor di Hari Bahagia
Dalam pernikahan modern, ada ungkapan lama: sesuatu yang lama, baru, dipinjam, dan biru. Namun bagi para influencer, kini ada satu lagi yang ditambahkan: sponsor. Tren ini semakin marak di media sosial, di mana para kreator konten tak hanya mempromosikan produk, tetapi juga pernikahan mereka sendiri.
Belakangan, unggahan viral di media sosial mempertanyakan batasan promosi ini. Seorang pengguna X membagikan tangkapan layar dari unggahan kreator Jaz Smith di Instagram. "Slide pertama adalah foto pengantin, slide kedua adalah foto Capital One Cafe," tulisnya. "Saya tidak percaya ini. Apakah tidak ada lagi yang suci? Asteroid saja yang datang."
Kesalahpahaman yang Viral
Smith memang memiliki komponen kerja dalam pernikahannya—mereka merekam dan mengunggah video ke TikTok. Namun, pernikahan tersebut tidak disponsori oleh Capital One. Kontroversi muncul karena Smith menggunakan foto pernikahannya untuk kampanye terbaru Capital One, yang membuat publik menghubungkan keduanya.
Banyak yang menertawakan ide bank besar seperti Capital One mensponsori pernikahan. "Ketika akhirnya menemukan cinta, saya tidak ingin pernikahan disponsori bank," komentar seorang pengguna. "Saya ingin disponsori industri militer. Kalau mau, ya sampai ke sana."
Pernikahan Berlabel Brand
Smith bukan satu-satunya influencer yang menggabungkan bisnis dengan momen pribadi. Mikayla Nogueira, influencer kecantikan dengan 3,5 juta pengikut, menikah dengan dekorasi bertema E.l.f Cosmetics. Bahkan kreator dengan pengikut lebih sedikit pun bisa memanfaatkan pengaruhnya.
Yola Roberts, kreator konten kesehatan dengan 40 ribu pengikut di Instagram, berhasil mendapatkan pernikahan impiannya melalui kerja sama dengan merek. Pernikahannya di tahun 2022 disponsori oleh Hum Nutrition dan Free Spirits, yang menyediakan minuman non-alkohol untuk tamu undangan.
Dari Kebutuhan atau Tren?
Bagi sebagian orang, menyematkan brand dalam pernikahan terasa berlebihan. Namun, banyak pula yang memahami alasan di baliknya, terutama dengan melonjaknya biaya pernikahan. "Harga piring makan untuk tamu saja mahal, gaes. Ga salah kalau gaun pengantin saya pakai stiker promo," tulis seorang pengguna.
Tahun lalu, biaya pernikahan melonjak drastis akibat tarif impor. Salah satu pengantin harus membayar hampir $300 lebih untuk gaun impornya. Rata-rata biaya pernikahan di AS kini mencapai $36.000 dan terus meningkat.
"Biaya pernikahan yang tinggi memaksa banyak pasangan mencari cara untuk mewujudkan mimpinya, termasuk dengan kerja sama dengan brand. Namun, apakah ini solusi yang tepat atau justru mengaburkan esensi pernikahan?"