Saham Intel Corporation (Nasdaq: INTC) melonjak lebih dari 13% pada Selasa (15/7) setelah kabar bahwa Apple tengah mempertimbangkan untuk memproduksi prosesor perangkatnya di Amerika Serikat menggunakan jasa Intel dan Samsung Electronics. Laporan ini disampaikan oleh Bloomberg.

Setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir, saham Intel akhirnya mencetak rekor tertinggi baru pada Selasa, melewati angka $100 per lembar saham.

Sementara itu, saham Apple (AAPL) naik sedikit di atas 1% pada Selasa siang, menyusul laporan tersebut dan setelah merilis hasil keuangan kuartal kedua yang kuat pekan lalu. Laporan keuangan tersebut didukung oleh permintaan luar biasa terhadap lini iPhone 17. Tim Cook, CEO Apple yang akan segera pensiun, menyebutnya sebagai “kuartal Maret terbaik sepanjang sejarah” dengan pendapatan mencapai $111,2 miliar dan pertumbuhan dua digit di semua wilayah geografis.

Kabar ini juga dapat mengurangi ketergantungan Apple terhadap Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) untuk pasokan chip, membuka peluang bagi produsen lain. Bursa Efek Korea, tempat saham Samsung diperdagangkan dengan kode 005930.KS, tutup pada Selasa.

Dalam konferensi dengan analis pada Kamis, Cook mengungkapkan bahwa permintaan tinggi terhadap produk-produknya menyebabkan keterbatasan pasokan teknologi canggih yang dibutuhkan untuk memproduksi perangkat. Menurut analis Equities Research, Trip Chowdhry, chip AI buatan Intel disebut “beberapa tahun lebih maju dibandingkan TSMC”.

Mengenai rincian potensi kerja sama, Bloomberg melaporkan bahwa Apple telah melakukan diskusi tahap awal dengan Intel. Para eksekutif Apple juga dikabarkan telah melakukan kunjungan ke pabrik Samsung yang sedang dibangun di Texas.

Kinerja Keuangan Intel

Kenaikan saham Intel pada Selasa menandai pencapaian tertinggi dalam 55 tahun terakhir. Saham tersebut melonjak 114% bulan lalu dan mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 200% sejak awal tahun.

Saat ini, kapitalisasi pasar Intel mencapai $542,9 miliar, melampaui rekor sebelumnya sebesar $501,51 miliar yang tercatat pada 31 Agustus 2000, menurut MarketWatch.